Pilkada 2020, Pjs Bupati Sukabumi Ingatkan Kades dan ASN Wajib Netral!

Senin, 26 Oktober 2020 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Desa (Kades) agar tidak terlibat politik praktis. Terutama, mendukung salah satu calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Gunakan hak pilihnya hanya pada saat di Tempat Pemilihan Suara (TPS) saat pencoblosan nanti saja,” ujar R. Gani, selepas kegiatan Deklarasi Protokol Covid-19 di Palabuhanratu, Senin (26/10/2020).

Adapun soal adanya Kades dan Kepala Dinas yang diduga tidak netral, dirinya pun menjelaskan itu semua kewenangannya ada di Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

“Saya pikir itu harus menjadi konsen Bawaslu agar segera verifikasi apakah validitas info-info itu benar atau tidak?. Jika terbukti, tentu Bawaslu sendiri sudah punya perangkat-perangkat hukum untuk memberikan sanksi baik administratif maupun penegakan hukum,” tegasnya.

Karena menurutnya, terdapat sanksi bagi para Kades apalagi Kadis apabila terbukti melanggar. Hal itu sesuai dengan yang diatur dalam perundang-undangan saat ini.

“Kami mengingatkan agar para kades bersikap profesional sesuai tupoksi. Termasuk tahu larangannya untuk tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon,” imbuh R Ghani.

Selain itu, mengenai penetapan pelaksanaan Pilkada serentak harus dilaksanakan sesuai protokol kesehata covid-19, tentu Kabupaten Sukabumi sangat mendukung dengan komitmen Bawaslu, karena perang bersama covid-19 ini harus dikeroyok secara bersama.

“Ini peristiwa luar biasa, yang memerlukan penanganan dengan cara-cara luar biasa atau extra ordinary actions. Karena, tidak cukup dengan cara biasa atau business as usual. Pilkada, kita harus komit dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Teguh Haryanto menambahkan, selain kepala desa yang wajib netral, pejabat negara, pejabat daerah, ASN, TNI, Polri, dan perangkat desa juga memiliki hal sama tidak boleh bertindak sehingga menguntungkan dan merugikan salah satu calon.

“Pelanggaran pidana itu, sesuai pasal 188 junto pasal 71 UU nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Bahwa setiap pejabat negara, ASN, dan kepala desa, atau sebutan lain/lurah yang melanggar ketentuan pasal 71 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 bulan atau paling lama 6 bulan, dan/atau denda paling sedikit 600 ribu atau paling banyak 6 juta,” jelasnya.

Reporter: Ifan II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Cabai Jadi Harapan Hidup, Petani Sukabumi Rela Panggul Air Jauh ke Lereng Kebun
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru