JURNALSUKABUMI.COM – Pembangunan Amphiteater area Geopark Ciletuh tepat di Panenjoan, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas diduga mangkrak dan mandeg. Pasalnya pembangunan dengan menelan Rp 4,6 miliar pada Tahun 2019 hanya galian katenfil dan perataan pembangunan saja.
Berdasarkan penelusuran jurnalsukabumi.com, data yang ada di LPSE Jawa Barat nama kegiatan jasa konstruksi Amphiteater Ciletuh Sukabumi yakni pembangunan dan sarana transportasi wisata Geopark Ciletuh, instansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan satuan kerja Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat nilai pagu Rp 4,6 miliar. Adapun pemenang tender yakni PT. Widuri Abdi Jaya dengan hasil penawaran Rp. 4,3 miliar.
“Ya memang itu pembangunannya segitu, dan rencana akan dilanjutkan pada Tahun 2021,” ungkap Panitia Pejabat Komitmen (PPK) Amphiteater Ciletuh Asep Mulyana, kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (07/10/20).
Menurut Asep, untu nilai untuk pagu Rp 4.6 miliar sendiri pembangunanya tahun 2019 baru struktur. Sehingga total anggaranya kurang lebih sekitar Rp 12 miliar.
“Sekarang sedang dalam proses review DED , rencana sisanya sekitar Rp 8 miliar akan dilanjutkan tahun 202,” jelasnya.
Saat ditanya, apakah pembanguan dengan anggaran yang fantastis tersebut tidak ada bangunan dan hanya galian dan rataan tanah saja. Pihaknya pun mengaku kegiatan ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat.
“Kegiatan ini sedang diperiksa oleh BPK, kegiatan hanya itu saja, melakukan kegiatan katenfil,” jelasnya.
Reporter: Hendi || Redaktur: FK Robbi












