JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Paozi Nurjaman menyesalkan terkait pemotongan anggaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Sukabumi Utara yang dipangkas hingga 80 persen, dari nominal Rp 500 juta menjadi Rp 14 juta. Hal ini menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi tak serius untuk melaksanakan pemekaran.
“Memang saya kaget, ada pemotongan akibat refocusing mencapai 80 persen, padahal DOB sendiri sudah menjadi harga mati, atau menjadi dana abadi,” ungkap Paozi, kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (19/06/20).
Menurut Paozi, kaitan anggaran sendiri merupakan penopang kinerja dan semangat DOB itu sendiri dalam bekerja. Meski tidak menjadi ukuran dengan kebutuhan anggaran untuk DOB. Tapi yang harus difahami adalah dengan nominal yang minim tersebut cukup untuk kegiatan apa.
“Buka soal nominal atau anggaran. Kan sudah jelas bahwa DOB sendiri dukungan atas legislatif tingkat Kabupaten Sukabumi, Gubernur Jawa Barat dan pusat yang harus terus didorong,” jelasnya.
Pemindahan alokasi anggaran untuk Covid-19 sendiri, Paozi bukan tidak mendukung. Karena ini kaitan nyawa. Tapi setelah pihaknya melakukan koreksi bahwa anggaran Covid-19 mencapai Rp 300 miliar. Namun terpakai 45 persen.
“Kami akan melakukan peninjauan dan koordinasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sukabumi soal kucuran Covid-19 sendiri mulai dari APBN dan yang lainnya,” pungkasnya.
Redaktur: Ifan || Redaktur: FK Robbi












