JURNALSUKABUMI.COM – Pemberlakuan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kian dirasakan pelik bagi sejumlah pelaku usaha warung di sekitar titik obyek wisata di Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Terlebih, hingga berujung aksi pembubaran wisatawan seperti di kawasan Pantai Citepus tepatnya depan Hotel Augusta sekira pukul 14:30 WIB, Senin (25/05/20).
Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pelaku Warung Wisata Pantai Citepus (DPP HPWWPC), Defit PW mengatakan, semua aturan dan kebijakan pemerintah mengenai protokol kesehatan pencegahan covid-19 sudah dilaksankan pihkanya kurang lebih dua bulan terakhir ini.
Hanya saja, cara yang ditempuh seperti dengan memutarbalikkan kembali kendaraan wisatawan yang hendak ke Palabuhanratu ini dinilai kurang efektif.
“Mohon untuk diperhatikan kembali mengenai penyekatan yang dilakukan pihak Satgas Covid-19 yang kami rasakan kurang tepat. Yang ada, mengancam mata pencaharian kami untuk menghidupi dan menafkahi keluarga kami,” ujar Defit kepada jurnalsukabumi.com.
Karena moment lebaran ini kata dia, biasanya menjadi harapan tahunan yang dinantikan sejumlah pelaku usaha dengan impian mendapatkan hasil lebih dibanding bulan-bulan lainnya.
“Bukan kita melawan pemerintah, tapi minimal ada solusi terbaik lah. Jujur, setiap lebaran khususnya bagi kami usaha warung yang berada di sekita titik wisata ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu,” lirihnya.
Lanjut Defit, HPWWPC berharap lebih cenderung terhadap aksi sosialisasi bagi wisatawan agar tetap sesuai aturan protokol kesehatan di sekitar obyek wisata.
“Ya, mendingan pengawasan soal protokol kesehatan ditingkatkan, dibanding harus memutarbalikkan wisatawan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat menuju lokasi wisata Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, diawasi ketat hingga diputerbalikkan kembali petugas, Senin (25/05/20).
Reporter: Herwanto II Redaktur: Ujang Herlan












