JURNALSUKABUMI.COM – Sembilan orang keluarga termasuk sopir ambulans warga Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, dilakukan rapid test oleh tim Covid-19, Selasa (19/05/20).
Ke-9 orang tersebut tidak lain merupakan keluarga seorang pria berusia 64 yang meninggal dunia saat dalam perawatan di RSUD Sekarwangi Cibadak pada Jumat 15 Mei 2020 kemarin.
Namun, pemakaman almarhum yang merupakan seorang petani itu dilakukan dengan menggunakan Protokol Covid-19 pada Sabtu tanggal 16 Mei 2020 lalu.
“Alhamdulilah, 9 orang ini tadi hasil rapid testnya negatif. Karena memang, di daerah kampung almarhum ini juga tidak ada yang Orang Dalam Pemantauan (ODP),” ujar Kepala Desa Sukakersa, Deden Deni Wahyudin kepada jurnalsukabumi.com.
Setelah rapid test dilakukan, langkah selanjutnya ke sembilan orang ini juga di pantau selama 14 hari sampai tanggal 29 Mei 2020 mendatang.
“Apabila ada keluhan seperti flu demam dari 9 orang itu, maka akan di tes ulang Selasa depan,” terangnya.
Masih kata Deden, tidak hanya rapid test saja yang dilakukan. Ke sembilan orang ini juga akan dilakukan isolasi mandiri di rumah sampai tanggal 29 Mei 2020 nanti.
“Ya meski negatif, selama 14 hari kedepan wajib isolasi mandiri. Apabila tidak ada gejala sakit insyaallah bebas covid-19,” pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, laki-laki yang merupakan seorang petani asli warga Desa Sukakersa itu meninggal di RSUD Sekarwangi sekira pukul 16.35 WIB, Sabtu (16/5/2020) kemarin.
Setelah dinyatakan meninggal, dilakukan penjemputan dari tim Covid-19 Puskesmas Parakansalak yang bekerjasama dengan tim Covid-19 dari RSUD Sekarwangi dengan menggunakan protokol keamanan Covid-19. Pasalnya ketika di RSUD Sekarwangi, laki-laki tersebut menjalani rapid test dan dinyatakan reaktif.
Reporter: Ifan II Redaktur: Ujang Herlan












