Solusi Wisata Religi Teranyar, Coba ke Masjid Ahmad As-Shiddiqi Selakopi Kadupugur!

Selasa, 12 Mei 2020 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Konsep unik bangunan Masjid Ahmad As-Shiddiqi yang berlokasi di kampung Selakopi Rt.02/04 Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, memberikan kesan menarik bagi jemaah.

Masjid yang didirikan tahun 1967 dengan ukuran 12×10 meter itu kini masih berdiri kokoh dan makin kesohor.
Pasalnya, konsep desighn interior masjid full dilapisi batu alam dan ditopang tiang penyangga cukup besar ditengah yang memberikan kesan elegan.

Selain itu, ditambah dengan permainan tangan tenaga ahli dalam perpaduan batu alam sehingga mampu menghipnotis dan menarik para pengunjung. Bahkan, ekterior masjid pun disulap semenarik mungkin dan ditambah pernak-pernik cantik serta dilengkapi dengan kolam ikan.

Silaturahmi dan berbincang bersama pengurus Masjid Ahmad As-Shiddiqi di kampung Selakopi Rt.02/04 Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan.

Bukan isapan jempol belaka, niatan beribadah di Masjid Ahmad As-Shiddiqi dibanwah naungan Yayasan Sunanul Athfal dan mengelola, TKQ, MD, Majelis Ta’lim itu kian sempurna dirasakan kala memasuki masjid sejauh mata memandang disuguhi konsep interior masjid berlapiskan batuan alam ini.

“Awal mulanya didirikan masjid ini yakni oleh ayah saya alm.Ahmad Sidiq selaku inisiator. Dan didukung tokoh-tokoh penting saat itu, Muhamad Noh, Sugih, Anda dan Kosih,” ujar Pengurus Masjid Ahmad Assidiqi,
Ayi Saepudin kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (12/05/20).

Silaturahmi dan berbincang bersama pengurus Masjid Ahmad As-Shiddiqi di kampung Selakopi Rt.02/04 Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan.

Masih kata Ayi, yang merupakan anak ke-2, pendiri masjid itu membeberkan secara detail desighn dan konsep bangunan dibuat sedetile mungkin. Dari mulai halaman, interior hingga tempat wudhlu ini hampir didominasi full bebatuan.

“Batu alam memang memiliki daya tarik tersendiri. Dan alhamdululilah, batu yang digunakankan pun merupakan batu kelas 1 hasil donatur dari Pak Parmin,” bebernya.

Pria kelahiran tahun 60 itu juga mengaku, perjalanan panjang berdirinya masjid ini tak terlepas dari dukung para dermawan dan warga sekitar. “Terutama Alm. Enin mertuanya saudara kandungnya Alm. Asep Najmudin putra pertama Ahmad Sidiq,” imbuhnya.

Saat bersamaan, M.Sulaeman Nur (40) menyebut masjid Ahmad Assidiqi ini cocok untuk solusi beribadah kekinian. “Saat anda ingin melatih kekhusuan, dalam beribadah coba deh masjid ini,” tandasnya.

Reporter: Hendi
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga
Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 
Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika
Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan
Dispar Berlakukan Tarif Parkir Per Jam di Pantai Selatan Sukabumi
PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan

Berita Terbaru