Kurang Kesadaran Covid-19 di Kota Sukabumi, Banyak Masyarakat Tak Gunakan Masker

Jumat, 1 Mei 2020 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kesadaran masyarakat masih kurang atau rendah tentang penyebaran Covid -19 di Kota Sukabumi. Hal itu terlihat di pusat Kota Sukabumi saat ini masih terpantau ramai dipadati masyarakat tak mengenakan masker, warga seakan tak menghiraukan dengan ancaman virus Corona atau Covid-19 yang telah membuat 42 orang warga Kota Sukabumi terkomfirmasi positif corona. Padahal jelas – jelas Pemerintah Kota Sukabumi terhitung mulai hari ini 1 Mei 2020, sudah menerapkan peraturan wajib penggunaan masker kain maupun sejenis lainya, kepada masyarakat yang tetap melakukan aktivitas di luar rumah.

Berdasarkan pantauan jurnalsukabumi.com, Jalan di pusat Kota seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan R E Martadinata, Jalan Kapten Harun Kabir tampak di padati masyarakat yang keluar rumahnya baik yang membawa kendaraan mobil dan motor. Selain itu, toko – toko ritel pun masih dipenuhi masyarakat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

Sementara itu lahan parkir yang berada di sepanjang jalan protokol Kota Sukabumi pun juga dipadati kendaraan. Itu menunjukan bahwa masyarakat masih banyak yang berkeluyuran rumah.

Pras Sephila (25) Warga Harempoy, Kecamatan Cikole, Kelurahan Subang Jaya, Kota Sukabumi mengaku keluar sengaja untuk membeli sembako,
dan membeli kebutuhan jelang buka puasa. Ditanya kenapa tidak mengenakan masker, Ia beralasan karena belum terbiasa dan pengap jika keluar rumah menggunakan masker.

“Ya terpakasa. jika tidak keluar rumah gimana mau membeli kebutuhan untuk buka puasa, saya memang tau saat ini pemerintah sudah mengeluarkan himbauan buat mengenakan masker pada saat keluar rumah, tapi karena tidak terbiasa, dan lupa membawanya jadi terpaksa tidak menggunakan masker,” ujar salah seorang warga Kecamatan Cikole inisial AS (38) kepada jurnalsukabumi.com.

Sementara itu data yang berhasil di dapat Jurnalsukabumi.com, dari Dinas Satpol PP Kota Sukabumi, menunjukan sedikitnya ada sekitar Ratusan masyarakat yang terjaring operasi wajib masker yang dimulai per hari ini Jum’at (01/05/20) Yang terdiri dari Pelanggar pengendara roda dua sebanyak 65 pelanggar, pengendara Roda empat 35 Pelanggar, enam orang pejalan kaki, dan 23 pelanggar penumpang angkutan kota. Jika ditotal jumlahnya kurang lebih mencapai 160 pelanggar terhitung pada awal penerepan wajib masker di Kota Sukabumi.

Kasatpol PP Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi mengatakan, banyak faktor alasan yang membuat masyarakat tak mengenakan masker saat beraktivitas keluar rumah salah satunya, seperti lupa untuk membawa masker dan ketinggalan dirumahnya pada saat melakukan aktivitas keluar.

“Data pelanggar itu hanya di Jalan Achmad Yani, saat terjaring masyarakat mereka mengatakan lupa dan ketinggalan dirumahnya,” ujarnya.

Lanjut dia, untuk memberikan efek jera kepada masyarakat, berbagai upaya pun terus dilakukan pihaknya. Salahasatunya dengan memberikan berbagi sanksi kepada masyarakat yang tidak mengenakan masker, ada yang di hukum Push Up, Membaca Do’a hingga sebagian kendaraan terpaksa didihimbau untuk putar balik.

“Kita berikan sanksi dengan cara melaksanakan push up untuk usia muda, membaca do’a cepat hilang virus corona untuk usia tua , Penumpang angkot diturunkan dan wajib pulang sebelum bermasker, sebagian ada yang disarankan untuk membeli masker dan ada yang putar arah balik kembali keluar kawasan wajib masker,” pungkasnya.

Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru