Puluhan Warga Tolak Rencana Pembangunan Rumah Sakit Covid 19 di GOR Suryakencana

Senin, 6 April 2020 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rencana Pemerintah Kota Sukabumi akan menggunakan GOR Suryakencana menjadi tempat Isolasi Karantina atau Rumah Sakit darurat pasien Covid-19, mendapat penolakan warga sekitar yang tergabung par RT/RW da warga.

Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, puluhan warga sekitar berbondong – bondong padati GOR Suryakencana, yang berada Jalan Pabuaran, Kelurahan Pabuaraan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Mereka melakukan aksi menolak wacana pemerintah Kota Sukabumi yang akan menjadikan GOR Suryakencana sebagai tempat penampungan pasien Covid 19.

“Kami warga Pabuaran, menolak GOR Suryakencana digunakan sebagai tempat penampungan pasien Covid 19,” kata Ketua Ketua RW-05 Kelurahan Pabuaran Ayi Hamdani, kepada wartawan. Senin (06/04/20)

Pasalnya lanjut Ayi, warga khawatir jika GOR tersebut dijadikan Rumah Sakit darurat, akan menjadi pusat penyebaran virus Covid-19 di wilayahnya.

“Jangan cemari warga kami karena di sini masih zona aman dari Covid-19. Kami warga Pabuaran tetap menolak karena kita d sini sudah aman dan jangan dijadikan menjadi zona merah,” imbuhnya

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handiana, membenarkan GOR tersebut akan digunakan untuk tempat penampungan sementara pasien Covid-19. Namun hal itu kata dia, masih dalam kajian Pemerintah Kota Sukabumi dan belum resmi di tetapkan.

“GOR Suryakencana memang ada rencana akan digunakan untuk tempat penampungan sementara pasien Covid-19,” ujarnya.

Wahyu pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, jika pun diresmikan RS darurat itu nantinya hanya diperuntukkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bukan pasien yang terkonfirmasi positif, selain itu RS tersebut hanya untuk mengantisipasi pembeludakan pasien di RS R Syamsudin SH rujukan pemerintah.

“Nantinya hanya untuk PDP saja. Jadi, sipatnya RS darurat itu karantina untuk pasien, pasien beraktivitas dilingkungan itu, bukan yang benar – benar terkonfirmasi positif Covid-19, diharapkan masyarakat agar tetap tenang karena ini masih dalam pembahasan Pemerintah,” tandasnya.

Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:12 WIB

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:44 WIB

Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terbaru