JURNALSUKABUMI.COM – Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) Universitas Nusa Putra resmi menggelar Build with Gemma AI Hackathon 2026 di Auditorium Universitas Nusa Putra, dengan dukungan penuh dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Nawasena, Minggu (19/7/2026).
Menariknya lagi, kegiatan ini berlangsung selama tujuh jam dan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.
Substansi Kompetisi: Dari Ide hingga Prototype Fungsional
Mengusung tema “AI Assistants for Life, Work, Education, and Healthcare,” kompetisi ini menantang peserta untuk merancang AI assistant berbasis Gemma, model bahasa open-source milik Google, sebagai bagian dari official competition di platform Kaggle. Dalam tujuh jam pelaksanaannya, peserta melewati proses pengembangan produk teknologi secara utuh mulai dari eksplorasi ide, penyusunan konsep, hingga pengembangan prototype yang dipresentasikan langsung di hadapan dewan juri.
Secara teknis, peserta dituntut menyusun integrasi sistem lintas komponen, mulai dari computer vision hingga large language model, serta menguasai prompt engineering agar model Gemma menghasilkan output yang presisi dan aplikatif. Seluruh proyek dinilai melalui evaluation rubric resmi yang mengukur kualitas solusi, kedalaman implementasi teknologi, orisinalitas ide, hingga potensi dampak nyata bagi pengguna.
Kompetisi ini menghadirkan tiga kategori penghargaan dengan total prize pool USD 2.000. Nutrity App dan FlowUp meraih juara pertama dan kedua kategori Best AI Assistant for Productivity. CrisisLen dan Nalar.AI menjadi juara pertama dan kedua kategori Best AI Assistant for Social Impact. Sementara StuntFree dinobatkan sebagai juara pertama kategori Most Innovative Gemma Assistant masing-masing menghadirkan solusi yang menjawab persoalan nyata di bidang gizi, produktivitas kerja, penanganan krisis, hingga pencegahan stunting.
Dukungan BEM Kabinet Nawasena dan Harapan Perluasan Kolaborasi dengan Google
BEM Kabinet Nawasena turut memberikan dukungan kelembagaan atas terselenggaranya kegiatan ini, sebagai bagian dari komitmen mendorong ruang inovasi dan pengembangan kapasitas teknologi mahasiswa Universitas Nusa Putra. Dukungan ini sejalan dengan fokus BEM Kabinet Nawasena dalam memperkuat ekosistem kemahasiswaan yang berorientasi pada penguasaan teknologi dan daya saing lulusan.
“Kolaborasi dengan ekosistem Google, melalui pemanfaatan model Gemma dan jalur kompetisi resmi di Kaggle, membuka akses mahasiswa kampus daerah terhadap standar dan infrastruktur AI kelas dunia. Ini fondasi yang baik, namun kami berharap ke depan kolaborasi ini dapat diperluas tidak hanya pada penyediaan model dan platform kompetisi, tetapi juga pada dukungan pendanaan yang lebih besar dari Google, baik untuk memperbesar skala prize pool, membiayai program mentoring berkelanjutan, maupun mendukung tindak lanjut proyek-proyek pemenang agar tidak berhenti sebagai prototype semata,” ujar Ahmad Brik Abdul Aziz, Presiden BEM Kabinet Nawasena Universitas Nusa Putra.
Ahmad brik abdul aziz menambahkan, BEM Kabinet Nawasena akan mengawal upaya penjajakan kerja sama tersebut melalui jalur institusional bersama pihak universitas dan HMTI, agar dukungan dari Google dapat dijangkau secara berkelanjutan, bukan hanya pada momentum satu kegiatan.
Kegiatan ini turut melibatkan Mumtaz selaku Master of the Committee, bersama seluruh panitia HMTI yang menyukseskan penyelenggaraan Build with Gemma AI Hackathon 2026 dari awal hingga akhir.
Redaktur: Ujang Herlan











