Lagi, Bawaslu Kabupaten Sukabumi Didemo Soal Rekrutmen Panwascam

Kamis, 26 Desember 2019 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seratusan massa aksi dari beberapa elemen masyarakat berunjuk rasa di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Sukabumi.

i

Seratusan massa aksi dari beberapa elemen masyarakat berunjuk rasa di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Sukabumi.

JURNALSUKABUMI.COM – Aksi unjuk rasa kembali terjadi ke Kantor Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Karangtengah, Cibadak, Kamis (26/12/2019).

Kali ini, massa aksi berasal dari elemen masyarakat di antaranya Demokrasi Indonesia Anti Gerakan Anarkisme (Diaga) Muda Indonesia dan Gerakan Mahasiswa Peduli Pemilu.  

BACA JUGA: Rekrutmen Panwascam di Kabupaten Sukabumi Dituding Sarat KKN, Didominasi TSM, Apa Itu?

BACA JUGA: Bawaslu Kabupaten Sukabumi Bersuara Soal Tuntutan dan Tudingan, Apa Isi Penjelasannya?

Pada Senin (23/12/2019)  sejumlah mantan peserta calon panitia pengawasan kecamatan (panwascam) melakukan aksi. Para demonstrasi yang didominasi oleh mantan Panwascam Pilgub dan Pemilu 2019 tersebut menuding, lembaga yang menjadi wasit pemilu itu dalam memilih anggota Panwascam untuk Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 sarat KKN.

Sebab, dari 141 anggota panwascam yang diloloskan, sekitar 40 persennya merupakan teman, saudara, hingga mertua (TSM) dari pegawai Bawaslu.

“Kami turun aksi ini untuk memastikan bahwa proses demokrasi di Sukabumi telah terjadi adanya polarisasi politik, dengan adanya indikasi KKN (dalam rekrutmen Panwascam),” kata koordinator aksi, Dewex Sapta Nugraha.

Dewex Sapta Nugraha.

Mantan Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Sukabumi ini mendesak agar Bawaslu bekerja secara profesional, mendesak agar Bawaslu bekerja secara independen.

“Bawaslu merupakan instrumen demokrasi yang seharusnya dalam proses demokrasi Pilkada Kabupaten Sukabumi beriskap independen. Kapasitas panwascam terpilih juga perlu dipertanyakan,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Hariyanto menjelaskan terkait transparansi nilai wawancara yang tidak dipublikasikan. Dalam hal ini mengacu Surat Keputusan Ketua Bawaslu RI Nomor: 0883/K.BAWASLU/KP.01.00/XI/2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Panwas Kecamatan Tahun 2019 dan Surat Bawaslu RI Nomor: 0518/K.Bawaslu/TU.00.01/XI/2019 Perihal Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tes Tertulis Online, Wawancara dan Monitoring Perekrutan Panwas Kecamatan dalam Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2020.

Teguh Hariyanto.

“Bahwa tidak ada klausul yang menerangkan harus mengumumkan hasil tes Wawancara, hanya ada klausul tentang pengumuman nilai Ujian online saja,” paparnya.

Terkait tudingan praktik nepotisme hasil Panwascam yang lulus tes tulis dan wawancara, kata Teguh, dalam hal ini Bawaslu Kabupaten Sukabumi mengumumkan hasil kelulusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (objektif).

“Adapun itu berdasarkan hasil dari akumulasi nilai Socrative (Tes Tulis berbasis Online) 30% dan Tes Wawancara 70%,” jelasnya.

Lalu, mengenai anggapan audit anggaran yang tidak transparan, menurut Teguh, Bawaslu Kabupaten Sukabumi telah diaudit oleh Pengawas Internal Bawaslu RI; Badan Pemeriksa Keuangan RI; dan c. Tim Supervisi Keuangan Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Hasil audit dari ketiga Lembaga tersebut, bahwa tidak ada temuan yang berakibat kepada lembaga Bawaslu Kabupaten Sukabumi secara umum, dengan kata lain tidak ada persoalan.

Reporter: Ifan

Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru