Bawaslu Kabupaten Sukabumi Bersuara Soal Tuntutan dan Tudingan, Apa Isi Penjelasannya?

Selasa, 24 Desember 2019 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Hariyanto bersama Komisoner, Nuryamah.

i

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Teguh Hariyanto bersama Komisoner, Nuryamah.

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi angkat bicara menanggapi berbagai tudingan maupun tuntutan dari aksi yang dilakukan sejumlah mantan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) periode 2017-2019, Selasa (24/12/2019).

Komisioner Bawaslu Kabupaten Sukabumi Divisi SDM dan Organisasi, Nuryamah menjelaskan terkait transparansi nilai wawancara yang tidak dipublikasikan. Dalam hal ini mengacu Surat Keputusan Ketua Bawaslu RI Nomor: 0883/K.BAWASLU/KP.01.00/XI/2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Panwas Kecamatan Tahun 2019.

Acuan lainnya yaitu Surat Bawaslu RI Nomor: 0518/K.Bawaslu/TU.00.01/XI/2019 Perihal Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tes Tertulis Online, Wawancara dan Monitoring Perekrutan Panwas Kecamatan dalam Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2020.

“Bahwa tidak ada klausul yang menerangkan harus mengumumkan hasil tes Wawancara, hanya ada klausul tentang pengumuman nilai Ujian online saja,” papar Nury, sapaan karibnya kepada jurnalsukabumi.com.

Terkait tudingan praktik nepotisme hasil Panwascam yang lulus tes tulis dan wawancara, kata Nury, dalam hal ini kami Bawaslu Kabupaten Sukabumi mengumumkan hasil kelulusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (objektif).

“Adapun itu berdasarkan hasil dari akumulasi nilai Socrative (Tes Tulis berbasis Online) 30% dan Tes Wawancara 70%,” jelas wanita berkerudung sekaligus Ketua Pokja Pembentukan Panwascam Bawaslu Kabupaten Sukabumi ini.

Lalu, mengenai audit anggaran yang tidak transparan, menurut Nury, Bawaslu Kabupaten Sukabumi telah diaudit oleh Pengawas Internal Bawaslu RI; Badan Pemeriksa Keuangan RI; dan c. Tim Supervisi Keuangan Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Hasil audit dari ketiga Lembaga tersebut, bahwa tidak ada temuan yang berakibat kepada lembaga Bawaslu Kabupaten Sukabumi secara umum, dengan kata lain tidak ada persoalan.

Mengenai anggaran Pilkada Gubernur 2018 dan Pileg, Pilpres 2019, sudah distribusikan sesuai dengan aturan yang berlaku, terutama anggaran untuk Panwascam semua sudah didistribusikan dengan sistem transfer ke rekening giro masing-masing Panwascam.

“Bahkan dalam proses evaluasi berkaitan LPJ dan/atau SPJ Panwascam pada Pemilu sebelumnya masih ada yang belum menyelesaikan, yang justru menjadi kendala pertanggungjawaban bagi Bawaslu Kabupaten Sukabumi secara umum,” ujarnya.

Lebih lanjut Nury memaparkan, seputar tidak mengindahkan instruksi Ketua Bawaslu RI yang harus memprioritaskan Panwascam yang sudah berpengalaman.

Mengenai hal tersebut, sesuai dengan aturan yang tertuang dalam point 1 (satu), bahwa tidak ada klausul untuk memprioritaskan Panwascam yang sudah berpengalaman.

Terakhir, Nury menyampaikan bertanggungjawab secara moral sesuai dengan sumpah janji jabatan sebagai Komisioner Bawaslu Sukabumi. Menurutnya, Pertanggungjawaban secara moral tidak dapat diukur oleh penilaian sepihak yang bersifat subjektif.

“Apabila kami dianggap tidak profesional, karena dalam hal ini kami sudah mengucapkan sumpah janji jabatan sebagai Pimpinan Bawaslu Kabupaten Sukabumi, dan hal tersebut kami akan pertanggungjawabkan sesuai dengan tugas dan fungsi kami sebagai Pimpinan Bawaslu Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Diberitakan, Sejumlah mantan peserta calon panitia pengawasan kecamatan (panwascam) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Bawaslu Kabupaten Sukabumi di Jalan Raya Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin (23/12/2019).

Para demonstrasi yang didominasi oleh mantan Panwascam Pilgub dan Pemilu 2019 itu menuding, lembaga yang menjadi wasit pemilu itu dalam memilih anggota Panwascam untuk Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020 sarat KKN. Sebab, dari 141 anggota panwascam yang diloloskan, sekitar 40 persennya merupakan teman, saudara, hingga mertua (TSM) dari pegawai Bawaslu.

Reporter: Ifan
Redaktur: Jon Digos

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Cabai Jadi Harapan Hidup, Petani Sukabumi Rela Panggul Air Jauh ke Lereng Kebun
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru