P2TP2A : Sukabumi Selatan Marak Kawin Dibawah Umur dan Seks Pranikah

Rabu, 11 Desember 2019 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Zatnika Marwan merasa miris dan prihatin di wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi, rawan terjadinya kasus anak di bawah umur yang melakukan seks pranikah atau seks sebelum menikah. Salah satunya di Kecamatan Ciemas, terhitung sejak awal Januari 2019 sampai November 2019, terdapat 10 anak yang rata-rata berusia 14 tahun.

“Kami sangat perihatin. Anak yang menikah dibawah umur pun hingga melahirkan ada dan pranikah melahirkan. Hal ini akibat dari keamjuan teknologi dengan bebasnya menggunakan internet,” ungkapya.

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya mengaku bersama tim dari P2TP2A Kabupaten Sukabumi turun ke lapangan untuk melakukan pencegahan. Salah satunya memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap setiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menenga Atas (SMA) yang diduga rawan terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual. Seperti Kecamatan Ciemas, Ciracap dan Kecamatan Surade.

“Memang wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi ini, rawan terjadinya kasus pernihakan dini. Apalagi, kecamatan yang masuk pada wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu,” jelasnya.

Semenjak wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu berkembang pesat, sambung Yani, khsusunya sejak kebaradaannya diakui oleh dunia, maka banyak terjadi perubahan sosial dan budaya di wilayah tersebut.

” Selain itu, maindset masyarakat di wilayah tersebut juga banyak yang berubah. Seperti masyarakat yang biasanya bermata pencaharian sebagai buruh petani, namun setelah ada objek wisata Geopark Citeluh. Banyak berubah alih pencharian,” katanya.

Reporter : FK Robbi
Redaktur : Jon Digos

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi
Lapas Sukabumi Perkuat Zero Halinar, Gandeng TNI-Polri Razia dan Tes Urine
Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Senin, 11 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:37 WIB

Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB