JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Zatnika Marwan merasa miris dan prihatin di wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi, rawan terjadinya kasus anak di bawah umur yang melakukan seks pranikah atau seks sebelum menikah. Salah satunya di Kecamatan Ciemas, terhitung sejak awal Januari 2019 sampai November 2019, terdapat 10 anak yang rata-rata berusia 14 tahun.
“Kami sangat perihatin. Anak yang menikah dibawah umur pun hingga melahirkan ada dan pranikah melahirkan. Hal ini akibat dari keamjuan teknologi dengan bebasnya menggunakan internet,” ungkapya.
Setelah mendapatkan laporan, pihaknya mengaku bersama tim dari P2TP2A Kabupaten Sukabumi turun ke lapangan untuk melakukan pencegahan. Salah satunya memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap setiap Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menenga Atas (SMA) yang diduga rawan terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual. Seperti Kecamatan Ciemas, Ciracap dan Kecamatan Surade.
“Memang wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi ini, rawan terjadinya kasus pernihakan dini. Apalagi, kecamatan yang masuk pada wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu,” jelasnya.
Semenjak wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu berkembang pesat, sambung Yani, khsusunya sejak kebaradaannya diakui oleh dunia, maka banyak terjadi perubahan sosial dan budaya di wilayah tersebut.
” Selain itu, maindset masyarakat di wilayah tersebut juga banyak yang berubah. Seperti masyarakat yang biasanya bermata pencaharian sebagai buruh petani, namun setelah ada objek wisata Geopark Citeluh. Banyak berubah alih pencharian,” katanya.
Reporter : FK Robbi
Redaktur : Jon Digos












