JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 12 Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum Fasum) yang tergusur dampak proyek Tol Bocimi Sesi II di Kampung Kebonkawung, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Nampaknya belum ada kepastian akan dibangun, karena dari pihak Pekerjaan Umum (PU) maupun Trans Jabar Tol (TJT) dan Waskita belum memastikan akan membangun kembali, hanya sebatas rapat dilaporkan ketingkat pusat.
“Dari belasan bangunan Fasos dan Fasum saat ini belum dibangun oleh pihak PU dan TJT. Padahal kondisi saat ini Fasos dan Fasum terganggu dengan kegiatan proyek tol,” ungkap Kepala Desa Naggerang terpilih Unang Suwandi, kepada jurnalsukabumi.com.
Menurut Unang, sebanyak 12 bangunan tersebut yakni dua Masjid Jami, SDN Kebon Kaung, Lapang Sepakbola, Kantor Desa, Gudang Jagung, PAUD, sarana bermain PAUD, Reservoar Air, Kantor ZIS, Poli Klinik ZIS, Mushola, RA TPQ dan Madrasah Diniyah. Dampaknya dirasakan baik secara sosial maupun psikis bagi anak-anak tergangg, saat mengikuti belajar dengan tidak tenang, karena ada getaran dari aktifitas proyek, bahkan warga semakin jauh ketika akan menjalankan ibadah shalat berjamaah ke masjid.
“Selain dari itu klinik ZIS yang ada hingga saat ini tidak berfungsi lagi karena belum dipindahkan sehingga mengganggu masyarakat yang akan berobat ke klinik. Selain itu, saat rapat saya menyampaikan beberapa hal, saya ingin diprioritaskan pembangunan sekolah dan masjid segera diutamakan” jelasnya.
Menurutnya, perwakilan management akan membawa hasil rapat ke direksi pusat. Diakuinya, tanah kas desa(TKD) yang tergusur oleh proyek Tol Bocimi seksi ll seluas 1,4 Hektar, dan sesuai rencana akan direlokasi ke bangunan yang baru sesuai pengganti Tanah Kas Desa (TKD) yang di laksanakan oleh TJT.
“Kalau informasi yang kita dapat bahwa aturan sekarang beda dengan aturan sesi pertama, jadi kalau ditahap pertama kewenangan ada di PU kalau sekarang ada di TJT dan Waskita pembangunan sarana seperti itu jadi ada birokrasi lagi,” ujarnya.
Unang berharap semua fasilitas yang ada sekaligus dibangun. Pihak Trans Jabar Tol (TJT) dan waskita yang akan merelokasi bangunan tersebut, tanah diganti dengan tanah, bangunan diganti dengan bangunan. Pemerintah Desa Nanggerang hanya menerima manfaatnya.
“Kita mah hanya terima kunci aja, kita tidak tau nanti pemenang tendernya siapa,” jelasnya.
Reporter : Rawin Soedaryanto
Redaktur : FK Robbi












