Belasan Bangunan Fasos Fasum Terdampak Tol Bocimi di Cicurug Belum Diganti

Minggu, 8 Desember 2019 - 15:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 12 Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum Fasum) yang tergusur dampak proyek Tol Bocimi Sesi II di Kampung Kebonkawung, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Nampaknya belum ada kepastian akan dibangun, karena dari pihak Pekerjaan Umum (PU) maupun Trans Jabar Tol (TJT) dan Waskita belum memastikan akan membangun kembali, hanya sebatas rapat dilaporkan ketingkat pusat.

“Dari belasan bangunan Fasos dan Fasum saat ini belum dibangun oleh pihak PU dan TJT. Padahal kondisi saat ini Fasos dan Fasum terganggu dengan kegiatan proyek tol,” ungkap Kepala Desa Naggerang terpilih Unang Suwandi, kepada jurnalsukabumi.com.

Menurut Unang, sebanyak 12 bangunan tersebut yakni dua Masjid Jami, SDN Kebon Kaung, Lapang Sepakbola, Kantor Desa, Gudang Jagung, PAUD, sarana bermain PAUD, Reservoar Air, Kantor ZIS, Poli Klinik ZIS, Mushola, RA TPQ dan Madrasah Diniyah. Dampaknya dirasakan baik secara sosial maupun psikis bagi anak-anak tergangg, saat mengikuti belajar dengan tidak tenang, karena ada getaran dari aktifitas proyek, bahkan warga semakin jauh ketika akan menjalankan ibadah shalat berjamaah ke masjid.

“Selain dari itu klinik ZIS yang ada hingga saat ini tidak berfungsi lagi karena belum dipindahkan sehingga mengganggu masyarakat yang akan berobat ke klinik. Selain itu, saat rapat saya menyampaikan beberapa hal, saya ingin diprioritaskan pembangunan sekolah dan masjid segera diutamakan” jelasnya.

Menurutnya, perwakilan management akan membawa hasil rapat ke direksi pusat. Diakuinya, tanah kas desa(TKD) yang tergusur oleh proyek Tol Bocimi seksi ll seluas 1,4 Hektar, dan sesuai rencana akan direlokasi ke bangunan yang baru sesuai pengganti Tanah Kas Desa (TKD) yang di laksanakan oleh TJT.

“Kalau informasi yang kita dapat bahwa aturan sekarang beda dengan aturan sesi pertama, jadi kalau ditahap pertama kewenangan ada di PU kalau sekarang ada di TJT dan Waskita pembangunan sarana seperti itu jadi ada birokrasi lagi,” ujarnya.

Unang berharap semua fasilitas yang ada sekaligus dibangun. Pihak Trans Jabar Tol (TJT) dan waskita yang akan merelokasi bangunan tersebut, tanah diganti dengan tanah, bangunan diganti dengan bangunan. Pemerintah Desa Nanggerang hanya menerima manfaatnya.

“Kita mah hanya terima kunci aja, kita tidak tau nanti pemenang tendernya siapa,” jelasnya.

Reporter : Rawin Soedaryanto

Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan
Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?
Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!

Berita Terbaru