Setahun, 1100 Pasutri Dikawinkan KUA Cisaat

Rabu, 27 November 2019 - 08:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) Cisaat, Kabupaten Sukabumi, sepanjang 2019 mencatat sebanyak 1100 Pasangan Suami Istri (Pasutri) melakukan pernikahan. Dari jumlah pernikahan yang tercatat di KUA Cisaat tersebut, sekitar 20 persen perceraian dalam pernikahan Pasutri yang dikawinkan. Untuk menekan angka perceraian di KUA Cisaat terus melakukan Bingbingan kepada calon yang akan melakukan pernikahan.

“KUA Cisaat sekarang sudah menjadi percontohan program Pusaka Sakinah secara Nasional. Itu untuk membangun indek ketahanan dalam rumah tangga,” ujar Kepala KUA Cisaat Sihabudin.

Saat ini KUA Cisaat berada di peringkat Ketiga se-Indonesia, ke 124 se-Dunia, ke 6 se-Asean dalam angka pernikahan. Untuk itu, dengan ditunjang program Pusaka Sakinah, pihaknya bisa menekan angka perceraian pernikahan, terjadinya pernikahan dini.

“Program Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah) yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dapat menjadi salah satu cara untuk menekan angka perceraian di Sukabumi bahkan Indonesia,” kata Sihabudin SE, yang juga sebagai Ketua Kordinator KUA se-kabupaten Sukabumi.

Dalam Pusaka Sakinah, Sihabudin mengungkapkan, ada tiga program yakni bimbingan masa nikah, konsultasi keluarga dan pendampingan keluarga.

“Yang pertama Belajar Rahasia Nikah (Berkah) bingkingan perkawinan realisasi ekonomi keluarga. Kedua,Konseling Mediasi Pendampingan Advokasi dan Konsultasi (Kompak) untuk penyelesaian kasus perceraian yang disebabkan KDRT, Pernikahan Dini. Ketiga Layanan Bersama Katahanan keluarga Indonesia (Lestari) Pencegahan kawin anak, kesehatan reproduksi gizi keluarga dan sebagainya,” bebernya.

Sudah dimulai hari ini, Selasa (26/11/19) KUA Cisaat sebagai peroyek percontohan program Pusaka Sakinah. Program tersebut diluncurkan, untuk memfasilitasi dan pemetaan saat terjadi masalah didalam rumah tangga. Termasuk juga memetakan kondisi keluarga supaya mendapat pendampingan yang tepat.

“Program konsultasi keluarga untuk memfasilitasi saat keluarga ada masalah. Pasangan atau keluarga tak hanya datang ke KUA konsultasi saat mengidap penyakit kronis. Tapi sepanjang zaman, termasuk saat rezeki banyak, mau zakat dan sebagainya kita dampingi,” ujarnya.

Sihabudin meyakini angka perceraian pernikahan didalam rumah tangga bisa ditekan dengan adanya program Pusaka Sakinah.

“Kami KUA Cisaat siap memfasilitasi pernikahan. Kami juga berkepentingan mendampingi agar tidak cerai,” tandasnya.

Reporter : FK Robbi
Redaktur : Jon Digos

Berita Terkait

Hergun Gandeng Seniman, Milenial hingga Gez Z Sukabumi Kawal Pemilu 2029
Mau ke Luar Negeri? Kuota Paspor November 2026 di Imigrasi Sukabumi Sudah Dibuka
RUU Pemilu Mulai Dibahas, Heri Gunawan Minta Masyarakat Sukabumi Jadi Pemilih Cerdas
BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Perlindungan Hukum Wartawan dan Profesionalisme Jadi Sorotan saat Raker PWI Sukabumi
Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?
SPPG Nagrak Utara 3 Pilih Fokus Layani Penerima Manfaat MBG Meski Tengah Sengketa Yayasan
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Hergun Gandeng Seniman, Milenial hingga Gez Z Sukabumi Kawal Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Mau ke Luar Negeri? Kuota Paspor November 2026 di Imigrasi Sukabumi Sudah Dibuka

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:38 WIB

RUU Pemilu Mulai Dibahas, Heri Gunawan Minta Masyarakat Sukabumi Jadi Pemilih Cerdas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Perlindungan Hukum Wartawan dan Profesionalisme Jadi Sorotan saat Raker PWI Sukabumi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?

Berita Terbaru