JURNALSUKABUMI.COM – Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sumber air di lahan pertanian sayuran di Kampung Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, mulai mengering. Akibatnya, para petani terpaksa memikul air dari lokasi yang cukup jauh demi menyiram tanaman agar tidak layu dan mati, Minggu (12/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, saluran irigasi dan parit penampung yang biasanya mengalirkan air kini tampak kering kerontang. Satu-satunya sumber air yang masih tersedia berada di aliran sungai yang letaknya sekitar 500 meter dari hamparan kebun sayur.
“Biasanya air mengalir dekat, tinggal dialirkan ke lahan. Sekarang kami harus berjalan kaki memikul ember berisi air sejauh sekitar 500 meter setiap kali mengambil air. Badan terasa pegal luar biasa, sementara waktu untuk mengurus tanaman banyak habis hanya untuk mengangkut air,” ujar salah seorang petani, Badruddin (45).
Meski harus bekerja ekstra keras, air yang berhasil diangkut belum tentu mencukupi kebutuhan seluruh lahan. Para petani terpaksa menyiram tanaman secara bergantian. Namun, kondisi tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air tanaman sehingga sebagian sayuran mulai tampak layu.
Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memberikan bantuan, seperti pengiriman tangki air, pembangunan sumur bor, maupun pembuatan saluran irigasi darurat. Mereka juga berharap hujan segera turun agar aktivitas pertanian kembali normal dan tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Jika kondisi kekeringan terus berlanjut, para petani khawatir produksi sayuran akan menurun. Dampaknya, pasokan sayuran segar di pasar lokal dapat berkurang sehingga harga komoditas tersebut berpotensi mengalami kenaikan.
Reporter: Idris Andriansah |Redaktur: Ujang Herlan












