JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi pesisir Pantai Karang Pamulang, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan pelaku usaha pariwisata. Selain dinilai semakin semrawut, kondisi pantai yang tidak terawat disebut berdampak langsung terhadap kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel.
Salah satu keluhan datang dari pengelola Hotel Bunga Ayu Palabuhanratu, Yan Sebastian (80), yang akrab disapa Opung. Ia mengaku prihatin karena sejumlah tamu membatalkan pemesanan kamar setelah melihat kondisi pantai yang dianggap tidak lagi seindah dulu.
Menurut Opung, kawasan pesisir saat ini terlihat kurang terawat. Rumput liar tumbuh di sejumlah titik, sampah berserakan, serta keberadaan sisa proyek Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) yang mangkrak berupa tumpukan beton dan hamparan pasir dinilai merusak pemandangan di sekitar pantai.
“Dulu Pantai Karang Pamulang dikenal sangat indah dan menjadi daya tarik wisatawan. Sekarang kondisinya jauh berbeda,” ujarnya kepada Jurnalsukabumi.com, Kamis (9/7/2026).
Ia menuturkan, salah satu pembatalan pemesanan terjadi pada 6 Juli 2026. Seorang wisatawan asing yang semula memesan kamar untuk menginap selama satu minggu melalui aplikasi pemesanan hotel membatalkan reservasinya.
“Salah satunya kemarin, tanggal 6 bulan ini. Ada wisatawan asing yang sudah memesan hotel untuk menginap selama seminggu, tetapi dibatalkan dengan alasan pantainya sudah tidak seindah dulu,” kata Opung dengan nada kecewa.
Untuk memperkuat keterangannya, Opung bahkan menunjukkan bukti pembatalan pemesanan tersebut kepada Jurnalsukabumi.com.
Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak pada penurunan tingkat hunian hotel dan pendapatan usaha. Sementara itu, biaya operasional tetap harus dikeluarkan setiap bulan.
Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dan pihak terkait segera melakukan penataan kembali kawasan pesisir Pantai Karang Pamulang agar daya tarik wisata Palabuhanratu dapat kembali pulih.
“Harapan kami pantai ini bisa ditata kembali. Ini aset wisata kebanggaan Sukabumi yang harus dijaga bersama agar wisatawan kembali datang,” pungkasnya.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur : Ujang Herlan












