JURNALSUKABUMI.COM – Para petani di Kampung Tapos, Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi terpaksa harus menunda penanaman padi di musim ini.
Hal ini diakibatkan musim kemarau yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Kekeringan yang melanda membuat persawahan tidak bisa disiapkan untuk tanam padi, sehingga rencana penanaman musim ini terpaksa ditunda waktu yang tidak ditentukan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (8/07/2026) saluran irigasi yang biasa mengalirkan air ke sawah kini terlihat kering. Sumber air utama seperti mata air dan parit penampung menyusut drastis, bahkan ada yang sudah berhenti mengalir sama sekali.
Tanah persawahan pun retak dan keras, sehingga tidak memungkinkan untuk pengolahan lahan maupun penanaman bibit padi.
Ujang Dedi (52) salah satu petani mengucapkan, dua bulan ini tidak turun hujan sehingga dirinya bersama petani lainnya tidak bisa membajak sawah akibat kering tidak ada air.
“Sudah hampir dua bulan tidak turun hujan dengan intensitas cukup. Biasanya di waktu seperti ini kami sudah mulai bajak sawah dan tanam bibit, tapi sekarang air saja tidak ada. Mau tanam apa?” ujarnya.
Para petani mengaku sudah berusaha mencari sumber air alternatif, namun hasilnya belum memadai untuk ratusan hektar lahan pertanian. Akibatnya, mereka terpaksa menunda penanaman padi dan beralih ke Palawija.
“Untuk sementara kami menanam tanaman yang lebih tahan kekeringan, seperti jagung, ubi, atau palawija lainnya. Hal ini tentu berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani,” ucap Ujang.
Para petani berharap, “Segera ada solusi agar siklus pertanian bisa kembali berjalan normal. Jika penundaan berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi kekurangan pasokan beras di tingkat lokal pada musim panen mendatang,” tutup Ujang.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan












