Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM– Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali menelan korban jiwa. Seorang pedagang sayur bernama Asep Yusup (49), warga Kampung Babakan Peundeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Pangrango relasi Sukabumi–Bogor Paledang, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 16.11 WIB.

Peristiwa tragis itu terjadi di perlintasan rel kereta api di samping Perumahan BMI, RT 001 RW 007, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda. Korban yang diketahui tengah beraktivitas berjualan sayuran diduga tidak menyadari datangnya kereta yang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor.

Menurut informasi yang dihimpun, benturan keras tak dapat dihindari hingga menyebabkan korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Warga yang berada di sekitar lokasi bersama petugas segera melakukan evakuasi sebelum jenazah dibawa ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

Perlintasan tempat kejadian diketahui tidak dilengkapi palang pintu maupun petugas penjaga. Selain itu, kondisi lingkungan di sekitar rel yang dipenuhi vegetasi disebut turut membatasi jarak pandang pengguna jalan terhadap kereta yang melintas.

Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi rel kereta api, terutama pada perlintasan yang belum memiliki fasilitas pengamanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberangi rel. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar warga tidak menggunakan perlintasan liar yang belum memenuhi standar keselamatan. Menurutnya, kecelakaan serupa dapat dicegah apabila pengguna jalan lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa perlintasan tanpa palang pintu masih menyimpan risiko tinggi bagi masyarakat. Warga berharap adanya peningkatan fasilitas keselamatan di titik-titik perlintasan rawan guna mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.

Reporter: CR24 | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng
Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”
Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:10 WIB

Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

Agus Andrianto Dorong Lapas Kembangkan Usaha Mandiri, Tegaskan Jajaran Jangan “Nakal”

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Berita Terbaru

Pendidikan

Wisuda 132 Santri Assalam Putri, Wabup Andreas Titip Pesan Ini!

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:47 WIB