DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri yang terus meningkat, kondisi lingkungan di Kabupaten Sukabumi ternyata masih tergolong aman.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi mencatat, mayoritas wilayah masih memiliki daya dukung kuat untuk memenuhi kebutuhan air dan pangan masyarakat.

Namun di balik surplus tersebut, DLH mulai memberi sinyal peringatan. Dua kecamatan di wilayah penyangga Kota Sukabumi kini tercatat mengalami defisit air akibat tingginya tekanan aktivitas penduduk.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, mengungkapkan hasil analisis data tahun 2024 menunjukkan kondisi daya dukung lingkungan secara umum masih terjaga.

“Secara keseluruhan kita memang surplus, tetapi ada dua kecamatan yang mengalami defisit air, yaitu Kecamatan Kebonpedes dan Cisaat,” ujar Nunung.

Menurutnya, posisi dua wilayah tersebut yang berbatasan langsung dengan Kota Sukabumi membuat tekanan kebutuhan air meningkat cukup tajam. Kepadatan penduduk serta tingginya aktivitas domestik menjadi faktor utama berkurangnya kemampuan lingkungan dalam menopang kebutuhan air bersih.

Meski demikian, secara umum kondisi Kabupaten Sukabumi masih relatif aman. Data DLH menunjukkan sekitar 94 persen kecamatan berada dalam status surplus air atau belum terlampaui.

Tak hanya soal air, DLH juga menyoroti kondisi ketahanan pangan daerah. Hingga 2024, sekitar 84 persen wilayah kecamatan di Kabupaten Sukabumi masih berada pada kategori surplus pangan.

“Kecamatan Ciemas dan Tegal Buleud tercatat sebagai daerah dengan surplus pangan terbesar, didukung oleh luasnya lahan pertanian dan perikanan,” jelas Nunung.

Namun, beberapa kawasan perkotaan dan wilayah padat penduduk mulai menghadapi tekanan kebutuhan pangan. Kecamatan seperti Cibadak, Cicurug, Cisaat, hingga Sukaraja tercatat mengalami defisit karena kebutuhan masyarakat lebih besar dibandingkan ketersediaan pangan lokal.

DLH menilai kondisi tersebut menjadi alarm penting agar pembangunan tidak mengorbankan keseimbangan lingkungan. Pemerintah daerah pun diminta mulai memperkuat strategi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Analisis ini menjadi pijakan kita untuk terus melakukan langkah-langkah strategis ke depan agar ketahanan pangan dan ketersediaan air tetap terjaga secara merata di seluruh pelosok Kabupaten Sukabumi,” tegas Nunung.

Ia menambahkan, optimalisasi pengelolaan lingkungan terutama di wilayah padat penduduk dan pusat industri menjadi kunci agar daya dukung alam Sukabumi tidak terus tergerus di masa mendatang.

“Ini guna memastikan bahwa daya dukung lingkungan tetap mampu menopang kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit
Heboh Penemuan Mayat di Kabandungan Ternyata Hoaks, Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Wanita
Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:53 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:07 WIB

Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WIB

DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut

Berita Terbaru