Ketua Kopri PMII Minta Pemerintah Serius Tangani Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Senin, 27 April 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Pengurus Cabang (PC) Kopri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Risma Fauziah, menilai Kota Sukabumi saat ini tengah menghadapi tantangan serius dalam perlindungan perempuan dan anak, serta krisis pemberdayaan perempuan.

Ia menekankan agar pemerintah lebih serius dalam menangani persoalan tersebut karena menyangkut masa depan perempuan dan anak.

Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun dari UPTD PPA, sepanjang tahun 2024–2025 tercatat sebanyak 127 kasus kekerasan dengan jumlah korban mencapai 138 orang.

“Tentunya ini sangat ironis, apalagi mayoritas korban merupakan anak-anak. Hal ini menunjukkan tingginya tingkat kerentanan kelompok usia tersebut. Padahal mereka adalah generasi emas yang harus dilindungi,” ujar Risma kepada Jurnalsukabumi.com, Senin (27/4).

Ia menilai, jumlah kasus dan korban tersebut tergolong tinggi, terlebih Kota Sukabumi merupakan kota kecil. Karena itu, dinas terkait diminta lebih serius dalam menyikapi persoalan ini, mulai dari penanganan hingga pendampingan untuk memberikan perlindungan kepada korban.

“Ini menjadi fokus kajian kami dan kami konsisten terhadap isu perempuan dan anak. Jika dibutuhkan, kami siap terlibat dalam upaya penanganannya,” ucapnya.

Risma menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi turut memunculkan bentuk kekerasan baru, seperti Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), yang semakin memperluas potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Ini menjadi kenyataan pahit. Banyak kasus yang bahkan tidak pernah tercatat karena terkubur oleh stigma dan rasa takut,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyoroti krisis pemberdayaan perempuan di Kota Sukabumi, khususnya bagi perempuan dengan kondisi ekonomi rentan.

“Saya menilai program pemberdayaan perempuan yang ada saat ini masih bersifat seremonial dan belum berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:29 WIB

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:19 WIB

Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:16 WIB

Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Berita Terbaru

OPINI

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:29 WIB