Sajadah Literasi di Ujung Senja: Menjemput “Mubarakah” di Tengah Riuh Dunia

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aam Abdul Salam, Penasehat PWI Kab. Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi Raya

Di bawah langit Komplek Perkantoran Cisaat yang perlahan meredup, Sabtu (14/3/2026), aroma takjil bercampur dengan hangatnya persaudaraan. Sore itu, di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, buka puasa bersama bukan sekadar ritual penggugur lapar.

Ya menjadi sebuah perhentian spiritual semacam i’tikaf kecil bagi para pengetik berita untuk merenungi arah pena di tengah pusaran zaman yang kian tak menentu.

Filosofi Kebersamaan: Satu Tubuh, Satu Pena

Kehadiran jajaran pengurus, anggota, hingga tokoh-tokoh organisasi menciptakan harmoni kebersamaan yang terasa hangat. Dalam perspektif filsafat sosial, pertemuan seperti ini dapat dimaknai sebagai ruang komunitas sebuah kondisi di mana ego individual melebur demi tujuan kolektif yang lebih besar.

Para sesepuh dan pengurus mengingatkan bahwa jurnalis bukan sekadar pelapor fakta, melainkan pemegang amanah kalam. Kata-kata yang ditulis bukan hanya informasi, tetapi juga nilai, arah, dan harapan bagi masyarakat.

Dalam konteks itu, kehadiran para senior menjadi simbol pentingnya transmisi nilai dan kebijaksanaan antar generasi. Sebab, idealisme jurnalistik harus terus dijaga agar tidak padam oleh pragmatisme zaman.

Spiritualitas Literasi: Jalan Menuju “Mubarakah”

Diskusi yang mengalir di sela waktu berbuka mengerucut pada satu misi penting: gerakan literasi. Dalam dimensi spiritual, literasi adalah refleksi dari perintah pertama dalam tradisi Islam, Iqra membaca, memahami, dan memaknai semesta.

Bagi PWI Kabupaten Sukabumi, literasi dipandang sebagai instrumen pencerahan masyarakat sekaligus bagian dari upaya mendukung visi Mubarakah (Mandiri, Religius, Inovatif) yang diusung pemerintah daerah.

Pena jurnalis diharapkan menjadi obor yang menerangi jalan menuju kemandirian masyarakat. Literasi yang dibangun bukan sekadar teoritis, tetapi membumi dan mendorong optimalisasi potensi lokal, antara lain:

  • Kemandirian pangan dan energi, dengan mengajak masyarakat kembali mencintai potensi tanahnya sendiri di tengah ketidakpastian global.
  • Penguatan sektor pariwisata, melalui narasi yang memperkenalkan keindahan alam Sukabumi kepada dunia.
  • Penciptaan iklim investasi yang sehat, lewat pemberitaan yang menyejukkan namun tetap kritis dan konstruktif.

Menatap Ufuk Global: Literasi di Tengah Ketidakpastian

Di balik kehangatan kopi dan teh manis sore itu, terselip pula kesadaran akan dinamika global yang semakin kompleks. Ketegangan geopolitik dunia bukan lagi sekadar berita internasional di layar gawai, tetapi bisa berdampak hingga pada stabilitas ekonomi masyarakat di daerah.

Dalam situasi seperti itu, peran jurnalis menjadi semakin penting. Literasi publik harus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terombang-ambing oleh kepanikan informasi. Jurnalisme yang sehat harus mampu menghadirkan informasi yang jernih, menenangkan, sekaligus memberi perspektif yang konstruktif. (*).

Berita Terkait

Menguji Keabsahan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran dalam Perspektif Hukum Perdata
Jangan Hanya “Bebas Korupsi”, Saatnya Indonesia Terapkan Paradigma Ini!
Makna Kepemimpinan Hebat dalam Dunia Pendidikan Madrasah
Sejarah Rumah Sakit DKT Sukabumi: Dari Gedung Kongso Menjadi Fasilitas Kesehatan Militer
Politik Pengabdian dan Kemanfaatan Publik: Menakar Dampak Gagasan Heri Gunawan bagi Masyarakat Sukabumi
Kang Sule Ucapkan Selamat HUT TNI ke-81, Dorong Sinergitas Tingkatkan Kondusivitas Daerah
Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:20 WIB

Menguji Keabsahan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran dalam Perspektif Hukum Perdata

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Jangan Hanya “Bebas Korupsi”, Saatnya Indonesia Terapkan Paradigma Ini!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Makna Kepemimpinan Hebat dalam Dunia Pendidikan Madrasah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Sejarah Rumah Sakit DKT Sukabumi: Dari Gedung Kongso Menjadi Fasilitas Kesehatan Militer

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Politik Pengabdian dan Kemanfaatan Publik: Menakar Dampak Gagasan Heri Gunawan bagi Masyarakat Sukabumi

Berita Terbaru