Idul Fitri dan Wajah Baru Keadilan Pidana

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Padlilah, S.H., M.H. 

Momentum Idul Fitri selama ini identik dengan tradisi saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan membuka lembaran baru kehidupan. Namun, lebih dari sekadar ritual keagamaan, nilai-nilai tersebut kini menemukan relevansinya dalam sistem hukum nasional, khususnya melalui hadirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

KUHAP terbaru ini menandai pergeseran penting dalam paradigma hukum pidana Indonesia. Jika sebelumnya pendekatan yang dominan adalah pembalasan (retributive justice), kini hukum mulai mengedepankan pemulihan (restorative justice). Pergeseran ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi juga refleksi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

Dalam KUHAP 2025, mekanisme restorative justice diatur secara jelas dan dapat diterapkan di berbagai tahapan proses hukum, mulai dari penyidikan hingga persidangan. Artinya, penyelesaian perkara tidak selalu harus berujung pada pemidanaan, melainkan dapat mengedepankan perdamaian antara pelaku dan korban.

Di sinilah nilai Idul Fitri menemukan momentumnya. Tradisi saling memaafkan yang menjadi inti perayaan Idul Fitri sejatinya sejalan dengan semangat restorative justice. Dalam kedua konteks tersebut, penyelesaian konflik tidak bertumpu pada penghukuman semata, tetapi pada upaya memulihkan hubungan sosial yang rusak.

Pemaafan, misalnya, tidak lagi dipandang sebagai sikap pribadi semata, tetapi mulai mendapatkan tempat dalam pertimbangan hukum. Hakim dapat melihat aspek kemanusiaan, termasuk adanya perdamaian antara para pihak, sebagai bagian dari proses penegakan keadilan.

Selain itu, konsep pemulihan juga menjadi titik temu yang kuat. Idul Fitri mengajarkan pentingnya memperbaiki relasi antarindividu, sementara restorative justice bertujuan memulihkan kondisi korban, pelaku, dan masyarakat secara menyeluruh. Dengan demikian, hukum tidak lagi berdiri kaku, tetapi hadir sebagai sarana rekonsiliasi sosial.

Meski demikian, penerapan restorative justice tetap memiliki batasan. Tidak semua perkara dapat diselesaikan dengan pendekatan ini, terutama yang menyangkut kepentingan publik luas atau tindak pidana berat. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara rasa keadilan, kepastian hukum, dan efek jera.

Dalam konteks Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan religius, pendekatan ini sebenarnya bukan hal baru. Tradisi halal bihalal, musyawarah, dan penyelesaian konflik secara kekeluargaan telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. KUHAP 2025 pada dasarnya memperkuat nilai-nilai tersebut dalam kerangka hukum formal.

Oleh karena itu, Idul Fitri dapat dilihat bukan hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai refleksi dari konsep keadilan yang lebih humanis. Ia menjadi pengingat bahwa hukum yang baik adalah hukum yang tidak hanya menghukum, tetapi juga mampu memulihkan.

Ke depan, tantangan terbesar bukan pada regulasi, melainkan pada implementasi. Aparat penegak hukum dituntut untuk tidak hanya memahami aturan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai yang melatarbelakanginya.

Pada akhirnya, hukum dan nilai sosial tidak dapat dipisahkan. Dan melalui semangat Idul Fitri, kita diingatkan bahwa keadilan sejati bukan sekadar soal benar atau salah, melainkan tentang bagaimana memulihkan, memperbaiki, dan memberi kesempatan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat. (*).

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam