JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak, termasuk ruang kelas SDN Nagrak Cikelat di Kecamatan Cisolok yang ambruk sejak tahun 2024.
Sekretaris Disdik Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan terkait kondisi sekolah tersebut dan memastikan perbaikan akan dilakukan pada tahun anggaran 2026.
“Ruang kelas SDN Nagrak Cikelat sudah kami masukkan dalam rencana program perbaikan tahun 2026. Kondisinya memang menjadi perhatian kami,” ujar Herdiawan, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, Disdik saat ini tengah melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi untuk memetakan kondisi bangunan sekolah. Upaya ini bertujuan agar perbaikan bisa dilakukan secara bertahap dan terukur sesuai skala prioritas.
“Kami sedang menginventarisasi semua sekolah di Kabupaten Sukabumi. Yang kondisinya rusak akan diperbaiki secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran dan urgensi di lapangan,” tambahnya.
Langkah Disdik ini merupakan bagian dari program pemulihan sarana pendidikan yang difokuskan pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun sedang, agar proses belajar mengajar tetap berjalan aman dan nyaman bagi siswa.
Melalui langkah inventarisasi dan perencanaan perbaikan tersebut, Disdik Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmennya untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan di daerah dapat berfungsi optimal, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan belajar siswa.
“Pendidikan yang berkualitas harus ditopang oleh sarana yang layak. Karena itu, kami akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur sekolah demi masa depan anak-anak Sukabumi,” tandas Herdiawan.
Sebelumnya, ruang kelas SDN Nagrak Cikelat ambruk pada tahun 2024, tepat saat pelaksanaan Pemilihan Bupati Sukabumi. Hingga kini, para siswa masih harus belajar di ruang guru yang sempit dan tidak ideal untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala SDN Nagrak Cikelat, Rika Purwati, menjelaskan bahwa bangunan tersebut dibangun pada tahun 2012 melalui program PNPM dan kini sudah lapuk dimakan usia.
“Satu kelas sudah roboh dan beberapa ruang lainnya juga mulai rusak. Genting banyak yang hilang, dan rangka atap kayunya sudah keropos,” ungkapnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












