JURNALSUKABUMI.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, menegaskan bahwa olahan ikan pindang atau cue khas Bantargadung merupakan warisan kuliner yang tidak boleh hilang.
Menurutnya, potensi ini bisa menjadi ikon UMKM unggulan yang mengangkat nama Bantargadung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“UMKM cue ini budaya yang harus dijaga. Bantargadung punya ciri khas olahan cue yang bahkan banyak dijajakan keliling. Ke depan, orang dari luar daerah harus tahu dan mampir ke Bantargadung untuk membeli cue sebagai oleh-oleh,” ujar Jajah saat reses, Jumat (19/9/2025).
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pada 2026 akan ada alokasi dukungan anggaran bagi pelaku UMKM, terutama kelompok ibu-ibu.
Dukungan tersebut diharapkan mendorong peningkatan produksi dan pemasaran cue Bantargadung agar lebih dikenal luas, termasuk oleh wisatawan yang menuju Palabuhanratu.
Selain UMKM, warga juga menyampaikan aspirasi terkait peternakan dan pengelolaan sampah. Menurut Jajah, usulan ini relevan dengan bidang yang ditanganinya di Komisi III DPRD yang membidangi perdagangan, ekonomi, dan UMKM.
“Untuk peternakan, banyak warga di sini yang beternak domba. Itu sudah kami koordinasikan sesuai SIPD. Sedangkan masalah sampah, ini serius. Kita akan dorong kerja sama dengan DLH, camat, dan desa agar ada solusi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menyebut, ke depan akan ada peluang penanaman modal melalui koperasi merah putih di desa. Aspirasi ini diharapkan bisa memperkuat peran ekonomi lokal dan menjadikan Bantargadung semakin maju.
“Dengan potensi kuliner ikan cue serta sektor UMKM, peternakan, dan pengelolaan lingkungan, Jajah optimistis Bantargadung bisa menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












