JURNALSUKABUMI.COM – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan Sukabumi memiliki peluang besar dalam mengembangkan industri kopi sebagai salah satu penopang ekonomi hijau berbasis ekologi.
Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD yang digelar di Ruang Sidang Utama dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi tahun 2025, Rabu (10/9/2025),
Selain menyoroti reboisasi bambu dan pembangunan berkelanjutan, Gubernur menyebutkan bahwa Sukabumi bersama Cianjur sudah dikenal luas sebagai penghasil kopi berkualitas tinggi. Potensi tersebut dinilai bisa menjadi brand daerah sekaligus pintu masuk menuju kesejahteraan masyarakat.
“Jangan hanya terpaku pada kayu. Sukabumi punya peluang besar dalam industri kopi. Mengurus alam bukan berarti melarat, justru menjadi jalan menuju kesejahteraan,” ungkap Gubernur.
Kopi Sukabumi telah lama mendapat tempat di pasar nasional maupun internasional. Dengan cita rasa khas pegunungan, kopi dari tanah Pasundan ini kerap menjadi primadona di berbagai festival dan pameran. Menurut pengamat ekonomi daerah, jika dikelola serius, kopi bisa menjadi komoditas unggulan yang menyejahterakan petani sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri melalui berbagai program pemberdayaan terus mendorong peningkatan kapasitas petani, dari hulu hingga hilir. Dukungan terhadap UMKM kopi, pelatihan pengolahan pascapanen, hingga promosi kopi lokal diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam sambutannya menekankan bahwa capaian pembangunan selama ini adalah hasil kebersamaan antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat. Termasuk dalam sektor kopi, peran kolaboratif dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi.
Dengan mengusung tema Tandang Sukabumi keur Jabar Istimewa nu Mubarakah, Hari Jadi ke-155 diharapkan menjadi titik balik Sukabumi dalam meneguhkan diri sebagai daerah yang maju secara ekonomi sekaligus lestari secara lingkungan.
“Mudah-mudahan Ke depan, industri kopi Sukabumi tidak hanya dipandang sebagai bisnis, tetapi juga sebagai gerakan ekologi yang mampu menjaga kelestarian alam sekaligus menyejahterakan masyarakat,” tambah Bupati.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












