Pelajar di Sukabumi Diduga Jadi Korban Kekerasan dan Ancaman Oknum Guru

Senin, 25 Agustus 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang pelajar di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi diduga mengalami kekerasan hingga ancaman oleh oknum guru dan istrinya, hanya gara-gara sebuah foto selfie yang diunggah ke media sosial.

Kejadian bermula ketika korban berfoto bersama seorang guru berinisial P. Foto itu kemudian diunggah korban ke akun media sosial pribadinya. Namun, unggahan tersebut memicu kecemburuan istri sang guru.

Tak terima, istri guru itu meminta suaminya memanggil korban ke ruang laboratorium kimia. Di sanalah dugaan tindak kekerasan terjadi.

“Awalnya cuma foto selfie lalu diunggah ke media sosial. Tapi istri guru tidak terima, hingga meminta korban membuat video sujud permintaan maaf. Dalam video terakhir, korban bahkan ditampar oleh pelaku,” ungkap paman korban yang enggan disebutkan namanya, Minggu (14/8/2025).

Lebih memprihatinkan lagi, korban dan ketua kelasnya disebut turut diancam agar tidak membocorkan insiden itu kepada siapapun. Jika berani menceritakan, mereka diancam akan dikeluarkan dari sekolah.

“Parahnya, korban dan ketua kelas diancam tidak menyebarkan persoalan ini. Jika dibocorkan, pelaku mengancam akan mengeluarkan korban dari sekolah, bahkan ada rencana pembuatan video kedua dengan skenario korban dimarahi guru BP,” bebernya.

Kasus ini kini mendapat sorotan luas dari masyarakat dan pegiat pendidikan di Sukabumi. Banyak pihak mengecam tindakan intimidasi tersebut karena mencederai nilai-nilai pendidikan.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan melalui Mumuh, petugas Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Sukabumi, mengaku akan segera mengklarifikasi peristiwa ini.

“Terima kasih atas informasinya, akan kami konfirmasi ke pihak sekolah,” ujarnya singkat.

Menanggapi hal itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan sudah mengambil langkah awal. Ia mengaku telah memerintahkan Camat Cicurug serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk turun langsung ke lapangan.

“Saya sudah mendengar informasi ini. Meski kewenangan SMA ada di provinsi, tapi insyaallah kami akan menindaklanjuti permasalahan di Cicurug,” tegasnya.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

UMMI Edukasi Warga Hegarmulya Cegah Stunting dan Kembangkan UMKM
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Kecelakaan di Leter S Cikidang, Pengendara yang Tak Kenal Medan Diminta Waspada
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Gempa, Tsunami hingga Longsor, BPBD Kenalkan Ancaman Bencana kepada Ratusan Siswa
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
Dorong Generasi Muda Indonesia-Jepang Peduli Lingkungan, Ini Langkah PT Amerta Indah Otsuka!
Kasus Kades Positif Sabu, Bupati Sukabumi Serukan Perang Melawan Narkoba 

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:58 WIB

UMMI Edukasi Warga Hegarmulya Cegah Stunting dan Kembangkan UMKM

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Kecelakaan di Leter S Cikidang, Pengendara yang Tak Kenal Medan Diminta Waspada

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Gempa, Tsunami hingga Longsor, BPBD Kenalkan Ancaman Bencana kepada Ratusan Siswa

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab

Berita Terbaru

Pendidikan

UMMI Edukasi Warga Hegarmulya Cegah Stunting dan Kembangkan UMKM

Senin, 10 Agu 2026 - 14:58 WIB