Pemkot Sukabumi Akan Serius Tangani Limbah B3 Covid-19

Rabu, 20 Mei 2020 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Keberadaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) infeksius Covid-19 di Kota Sukabumi mengalami peningkatan terlebih di tengah penyebaran pandemi covid-19 ini.

Tercatat, di Bulan April lalu saja sekitar 1.131, 7 kilogram sampah B3 berasal dari Rumah Sakit yang menangani Pasien Corona. Jika tidak dikelola dengan baik, maka limbah akan menimbulkan dampak buruk terutama bagi kesehatan masyarakat.

Menilik hal itu, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun akan serius menangani pengelolaan limbah B3 di Wilayah Kota Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menyebut Ada tiga hal besar dalam pengelolaan dan penanganan limbah B3 di masa pandemi Covid-19 ini. Tiga hal itu yakni penyimpanan, pengangkutan atau pendistribusian, dan pengolahan. Maka dari itu penanganan nyapun akan serius dilakukan. Pasalnya, limbah tersebut berbeda dengan limbah pada umunya.

“Ada berbagai regulasi pusat dan provinsi mengenai penanganan limbah B3. Di mana wabah Covid-19 ini agar tidak berdampak pada ekses lain, misalnya penanganan limbah B3 jika bisa tepat sesuai arahan tidak akan jadi masalah baru,” kata Fachmi seusai rapat virtual sosialisasi penanganan limbah B3 Infeksius Covid-19 yang digagas Yayasan Mandiri Berkah Berdaya, Rabu (20/05/20).

Sementara itu menurut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, untuk penanganan pendistribusian limbah sendiri, DLH menyerahkan kepada pihak ke tiga, dan rencananya limbah B3 di Kota Sukabumi akan di buang ke luar kota.

“Pembuangan sendiri akan di buang ke luar daerah Kota Sukabumi, sesuai domisili perusahaan pihak ke 3,” ujar Kadis DLH Kota Sukabumi, Adil Budiman.

Lanjut dia, Sebelum di angkut limbah medis sendiri terlebih dahulu disimpan di TPS Rumah Sakit. Jenis limbah B3 yang dikelola umunya bersatu dengan ruangan non Covid-19.

“limbah B3 itu disimpan langsung oleh Fasyankes dan dikerjasamakan dengan pihak ke 3 dan ini Khusus B3 pandemik covid 19,” tuturnya.

Sementar itu ia menyebut, tercatat pada Bulan April lalu limbah medis di RS Syamsudhin SH Kota Sukabumi menginjak di angka 1.131, 7 kilogram. Namun jumlah tersebut menurun jika di bandingkan pada per tanggal 1 sampai 15 Mei 2020 lalu, yang hanya menginjak di angka 405,98 kilogram.

Kemudian untuk di RS Byangkara pada bulan Maret hanya 3,5 Kilogram sementara pada bulan April mengalami penin di angka 3,25 Kilogram.

“Limbah tersebut hasil penanganan medis covid-19 di dua Rumah Sakit yang berada di Kota Sukabumi. Jumlah nya terjadi penurunan, jika di banding bulan lalu,” tandasnya.

Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air
Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit
Heboh Penemuan Mayat di Kabandungan Ternyata Hoaks, Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Wanita

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:53 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:07 WIB

Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WIB

DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut

Berita Terbaru