Bareng DKP, Distan Sukabumi Perkuat Data LTT dan LTP Menuju Kedaulatan Pangan

Kamis, 1 Mei 2025 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pertanian modern, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi (Distan) terus menunjukkan komitmennya menjaga ketahanan pangan.

Salah satu langkah konkret terbaru adalah menggelar rapat koordinasi (rakor) rekonsiliasi data Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP) padi, yang dinilai krusial dalam mendukung perencanaan pertanian yang tepat sasaran.

Rakor ini digelar di UPTD Pertanian Wilayah I Sukabumi, Kecamatan Cisolok, Jumat (11/4/2025) lalu, dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah pemangku kepentingan lain seperti TNI, penyuluh pertanian lapangan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP), dan Kementerian Pertanian.

Menurut Kepala Bidang Sarana Pertanian Distan Sukabumi, Deni Ruslan, penyelarasan data tanam dan panen bukan hanya soal statistik, tapi menyangkut nasib petani, efektivitas kebijakan, dan keberhasilan program pangan nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap hektare yang ditanam benar-benar tercatat dan terpantau. Ini soal kedaulatan pangan, dan itu dimulai dari desa-desa di Sukabumi,” tegas Deni, Kamis (1/5/2025).

Dalam rakor tersebut, dibahas data tanam periode Oktober 2024 – Maret 2025, serta data panen untuk Januari – Juni 2025. Distan dan BPS juga menganalisis potensi tambahan tanam di berbagai kecamatan, serta hambatan yang dihadapi petani, seperti kondisi irigasi, ketersediaan pupuk, dan dampak perubahan cuaca.

Tahun 2025, Kabupaten Sukabumi menargetkan LTT padi mencapai 216.456 hektare dan jagung 17.821 hektare. Angka yang tidak main-main ini menuntut kerja kolaboratif lintas sektor serta data yang akurat untuk menghindari tumpang tindih program dan optimalisasi anggaran.

Deni menjelaskan, dengan data yang akurat dan sinkron, program strategis seperti percepatan tanam, distribusi pupuk, dan pemetaan produksi pangan dapat dilaksanakan lebih efektif.

“Sinkronisasi data ini bukan hanya keperluan administrasi. Ini menyangkut kesejahteraan petani, harga pangan yang stabil, dan ketersediaan beras di pasar,” jelasnya.

Yang menarik, rakor ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian dari Kementerian Pertanian, menandakan pentingnya agenda ini dalam skala nasional.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat
Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar
Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 
DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali
DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu
Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional
Jelang Musda MUI 2026, Diaga Muda Indonesia Sukabumi Raya Serukan Ukhuwah Islamiyah
BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:11 WIB

DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:22 WIB

Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional

Berita Terbaru