JURNALSUKABUMI.COM – Hari pertama casting film layar lebar Senja yang Hilang yang digelar pada 10 Mei 2025 di Geopark Information Center (GIC), Citepus, disambut dengan antusiasme luar biasa dari masyarakat.
Ratusan peserta dari berbagai kalangan memadati lokasi sejak pagi untuk mengikuti audisi dalam ajang pencarian bakat yang diinisiasi oleh Yayasan Rusaida bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata (Dispar).
Kegiatan ini menjadi sorotan karena tak hanya membuka peluang bagi warga untuk meniti karier di dunia seni peran, tetapi juga sebagai salah satu wujud nyata dukungan Dispar terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan potensi lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat, terutama kepada para peserta yang menunjukkan semangat luar biasa dalam proses audisi.
“Kami sangat bangga dengan semangat dan bakat yang ditunjukkan para peserta. Ini adalah langkah positif untuk menggali potensi lokal dan memajukan industri kreatif di Sukabumi,” ujar Sendi.
Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari strategi Dispar untuk menjadikan Sukabumi sebagai pusat pertumbuhan budaya dan seni, sekaligus media efektif untuk menyampaikan pesan sosial. Film Senja yang Hilang sendiri mengangkat isu kemanusiaan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menjadikannya sarana edukasi yang kuat bagi masyarakat.
Bagi masyarakat yang belum sempat hadir di hari pertama, Dispar mengingatkan bahwa casting masih akan berlanjut pada hari kedua, Minggu, 11 Mei 2025, di tempat yang sama. Ini adalah kesempatan emas bagi siapa saja yang ingin menjadi bagian dari produksi film berskala nasional sekaligus membawa nama Kabupaten Sukabumi ke tingkat yang lebih tinggi.
Dispar mengajak seluruh warga untuk terus mendukung industri kreatif daerah dan tidak ragu menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
“Lewat dukungan terhadap seni dan budaya, kita tidak hanya mengembangkan pariwisata, tetapi juga membangun identitas dan kebanggaan daerah,” tandas Sendi.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












