JURNALSUKABUMI.COM – Kesempatan emas hadir bagi warga Kabupaten Sukabumi yang memiliki passion di dunia seni peran! Yayasan Rusaida, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata (Dispar), menggelar proses casting untuk film layar lebar bertajuk Senja yang Hilang, sebuah film yang mengangkat isu kemanusiaan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kegiatan casting ini akan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 10–11 Mei 2025, bertempat di Geopark Information Center (GIC), Jalan Raya Citepus, Pelabuhanratu, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyampaikan bahwa keterlibatan Dispar dalam kegiatan ini bukan hanya sebatas dukungan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari misi strategis dalam memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan daerah.
”Ini adalah peluang luar biasa bagi masyarakat Sukabumi yang ingin terjun ke dunia perfilman. Selain menyalurkan bakat seni peran, film ini juga menjadi sarana edukatif untuk menyuarakan isu penting seperti TPPO” ujar Sendi.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga dalam kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata dalam mendorong munculnya aktor dan aktris lokal yang bisa mewakili Sukabumi di kancah nasional.
Adapun kriteria peserta casting adalah: Perempuan usia 14–50 tahun, Laki-laki usia 21–50 tahun, Memiliki penampilan menarik dan percaya diri di depan kamera
“Melalui film ini, selain menggali potensi seni peran, kita juga mengangkat nama Kabupaten Sukabumi di dunia perfilman nasional. Mari tunjukkan bahwa Sukabumi punya banyak talenta berbakat,” kata Sendi.
Dispar Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh warga yang memenuhi kriteria untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Film Senja yang Hilang bukan hanya soal hiburan, tetapi juga membawa misi sosial yang kuat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perdagangan orang.
“Ini adalah bagian dari upaya kami menjadikan pariwisata dan budaya sebagai kekuatan yang bukan hanya menghasilkan ekonomi, tapi juga memperkuat karakter dan kesadaran sosial masyarakat,” tutup Sendi.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












