JURNALSUKABUMI.COM – Lahan pertanian di Desa Cimanggu dan Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi mengalami krisis air selama hampir empat bulan terakhir ini.
Peristiwa tersebut diakibatkan karena irigasi yang mengairi dua desa di Leuweung Gede tepatnya di Kampung Cisonggom, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar itu tergerus longsor pada Januari 2025.
Kepala Desa Cimanggu, Baenuri Samsi menjelaskan, sudah hampir empat bulan ini wilayahnya mengalami kekeringan. Sehingga tak sedikit warga khususnya para petani menjerit akibat dampak keluhan ini.
“Faktor utamanya longsor irigasi teknis di Leuweung Gede. Akibatnya, pasokan air ke areal pesawahan antara Desa Cimanggu dan Desa Sukamaju sekitar 170 hektare terhambat,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (08/04/2025).
Dari pengecekan dan pendataan di lapangan, kata Baenuri Samsi, dampak kekeringan tersebut kurang lebih terjadi di Desa Cimanggu seluas 60 hektare. Sementara di Desa Sukamaju terdapat 110 hektare lahan pesawahan yang kesulitan air.
“Dari dampak ini kami meminta PSDA wilayah 2 Kabupaten Sukabumi untuk segera turun dan meninjau langsung agar segera ada solusi menangani keluhan kami,” harapnya.
Sambungnya, “Harapan kami selaku masyarakat pemilik sawah ingin kembali menormalisasi lahan pesawan ini, karena sesuai dengan program pemerintah untuk menggalakan ketahanan pangan harus direalisasikan,” tandansya.
Redaktur: Ujang Herlan












