Kian Berdatangan, Polsek Gunungpuyuh Bantu Warga Tinggal di Kandang Kambing

Minggu, 17 Mei 2020 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bantuan mulai berdatangan kepada Aep Saepulloh (60) warga yang tinggal bersebelahan dengan kandang domba, di RT 02/12, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

Aep yang hidup sebatang kara itu sumringah. Sebab, selain bantuan dari Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Hamami beberapa waktu lalu itu, kini bantuan juga Ia dapatkan dari Polsek Gunungpuyuh.

“Ini merupakan bentuk kepedulian jajaran Polsek Gunungpuyuh kepada pak Aep, ada sembako yang kita berikan, Seperi Beras, Mie Instan Teh, dan Sirup,” kata Kapolsek Gunungpuyuh, AKP Kosasih kepada Jurnalsukabumi.com, Minggu (17/05/20).

Bantuan sembako tersebut diserahkan pada Sabtu sore (16/05/20) kemarin oleh rombongan pihak kepolisian saat menyambangi kediaman di rumah tak layak huni itu.

“Ya, cukup miris. Dan semoga tidak ada lagi persoalan serupa kembali terjadi di Kota Sukabumi,” kata Kosasih.

Ia berharap, pemberian sembako tersebut bisa sedikit membantu kebutuhan sehari-hari Aep, apalagi dia ini hidup seorang diri.

“Semoga diberikan kesehatan dan mudah-mudahan ada lagi dermawan yang mau menyisihkan rezekinya untuk Pak Aep ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aep Saepuloh merupakan warga RT 02/12, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, ia sudah belasan tahun hidup di Kandang Kambing.

Hingga saat ini ia tinggal sebatang kara, di sebuah rumah gubuk bersebelahan dengan kandang yang diisi domba milik seseorang yang dititipkan kepada dirinya.

“Saya tinggal sendiri, ini bangunan milik saya. Cuman tanah milik orang Jakarta,” kata Aep.

Aep merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, berawal sejak 25 tahun silam Aep pernah memiliki istri. Namun pisah dan tak memilik anak, akhirnya Aep kembali ke keluarganya dan dibantu oleh kakaknya Eman.

“Kakak saya penggarap tanah orang lain, saya disuruh menempati disini sekalian ngurus kambing,” lirihnya.

Aep mengaku, ingin rasanya hidup normal dan di tempat layak seperti orang lain. “Saya hanya ngurus domba saja, makan minum alakadarnya,” pungkasnya.

Reporter: Riki Rahardian II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Modus Bakso Isi Sabu Terbongkar, Lapas Sukabumi Perketat Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:50 WIB

Kuasa Hukum Teni Ridha Shi Ajukan Eksepsi, Minta Surat Dakwaan Batal Demi Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti, Kasus Obat Terlarang Paling Menonjol

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Berita Terbaru