JURNALSUKABUMI.COM – Kawasan Industri Cikembar di Kabupaten Sukabumi kini menjadi sorotan utama para investor, baik lokal maupun Internasional. Salah satu investasi terbesar yang akan segera terealisasi adalah pembangunan pabrik kulit sepatu yang diklaim terbesar di Vietnam dan masuk dalam tiga besar dunia.
Menurut Direktur PT. Bogorindo Cemerlang, Au Bintoro, perkembangan pesat ini tidak lepas dari visi jangka panjang dan keyakinannya terhadap potensi Sukabumi.
“Sejak 10 tahun lalu, saya melihat Sukabumi sebagai daerah yang belum dikembangkan, namun memiliki potensi besar berdasarkan master plan yang ada. Saya memutuskan untuk masuk lebih awal dan membebaskan lahan,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (11/03/2025).

Meskipun proses pembebasan lahan memakan waktu cukup lama, terutama terhambat oleh pandemi COVID-19, pengembangan Kawasan Industri Cikembar baru mulai aktif pada tahun 2021.
“Kami sebagai pengusaha ingin berkontribusi dalam memajukan daerah, khususnya Sukabumi. Kami melihat Sukabumi mulai menggeliat dan perkembangannya semakin baik, terutama setelah pergantian pejabat daerah,” tambah Au Bintoro.
Menurutnya beberapa faktor utama yang menarik minat investor ke Kawasan Industri Cikembar ini antara lain pembangunan jalan tol menuju Sukabumi menjadi magnet kuat bagi investor.
“Dengan adanya tol, investor dari Bogor atau Jakarta hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Sukabumi,” jelasnya.
Selain itu, dia menilai, bahwa kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menaikkan pajak impor dari Tiongkok, mendorong banyak perusahaan Tiongkok untuk merelokasi pabrik mereka ke negara lain, termasuk Indonesia dan Vietnam.
“Mereka memilih Cikembar karena lokasinya yang dekat dengan pabrik Nike di Sukalarang, salah satu pelanggan mereka di Indonesia. Dengan demikian, mereka dapat memasok bahan baku kulit sepatu secara lokal, mengurangi ketergantungan pada impor,” tuturnya.
Pabrik ini akan dibangun di atas lahan seluas 3 hektare, dengan potensi ekspansi di masa depan. Diharapkan, pabrik ini dapat mulai beroperasi pada akhir tahun ini.
Reporter: Fira AFS I Redaktur: Ujang Herlan












