JURNALSUKABUMI.COM – Aksi demonstrasi ribuan guru honorer di depan Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi pada Kamis (30/1/2025) memanas ketika seorang anggota DPRD disebut kesal dengan julukan Dewan Pengkhianat Rakyat yang disuarakan massa.
Koordinator Aksi, Deril Sukma, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapat gestur tidak menyenangkan dari salah satu anggota DPRD yang menunjuk-nunjuk di tengah menyampaikan aspirasinya.
“Saat saya menyampaikan pendapat, ada oknum anggota DPRD yang menunjuk saya sambil berkata, Hati-hati dengan ucapannya. Padahal, sebagai warga negara, kami punya hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” ujar Deril.
Namun, ia menyebut bahwa anggota DPRD tersebut, yang diketahui bernama Faisal Akbar Awaludin dari Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, telah meminta maaf atas insiden tersebut.
“Dia sudah meminta maaf, tapi jika ada kejadian serupa, kami tidak segan untuk melapor,” tegas Deril.
Merespons insiden tersebut, Faisal Akbar menyatakan bahwa dirinya merasa terganggu dengan sebutan Dewan Pengkhianat Rakyat yang diteriakkan oleh massa aksi.
“Saya merasa tergugah dalam hati, saya sebagai keluarga besar DPRD Kabupaten Sukabumi dikatakan DPR Dewan Penghianat Rakyat. Saya tidak enak, karena saya sebagai anggota DPRD maka saya pun merasa lembaga kami di hina,” kata Faisal.
Namun, Faisal menegaskan bahwa dirinya memahami perjuangan para guru honorer. Ia bahkan menceritakan pengalamannya sebagai guru honorer pada 2010-2013.
“Endingnya sudah minta maaf. Apalagi saya notabenenya dulu sama guru. Saya merasakan jadi guru honorer. Misalnya 2.500 lagi yang belum diangkat bisa jadi PPPK saya sangat senang sekali,” terangnya.
Faisal mengungkapkan bahwa dirinya mendukung penuh perjuangan para guru honorer agar mendapat kejelasan status dan prioritas pengangkatan.
“Kalau misal disini bisa di akomodir yang 2500nya, saya alhamdulillah sekali. keluarga saya pun adik – adik saya ikut keangkat dong semuanya begitu,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












