JURNALSUKABUMI.COM – Miris, belasan tahun Aep Saepuloh warga RT 02/12, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi hidup di Kandang Kambing.
Saat wartawan jurnalsukabumi.com menyambangi kediaman pemilik rumah kandang domba, ia menerangkan keadaan selama ini.
“Saya tinggal sendiri, ini bangunan milik saya. Cuman tanah milik orang Jakarta,” terang Aep, Kamis (14/05/20).
Aep merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, berawal sejak 25 tahun silam Aep pernah memiliki istri. Namun pisah dan tak memilik anak, akhirnya Aep kembali ke keluarganya dan dibantu oleh kakaknya Eman.
“Kakak saya penggarap tanah orang lain, saya disuruh menempati disini sekalian ngurus kambing,” ujarnya.
Aep mengaku, ingin rasanya hidup normal dan di tempat layak seperti orang lain.
“Saya hanya ngurus domba saja, makan minum alakadarnya,” akunya.
Ditanya soal bantuan pemerintah, Aep hanya bisa pasrah, pasalnya beberapa kali dirinya dipinta kartu keluarga untuk pendataan. Hingga kartu keluarganya hilang.
“Pernah didata untuk bantuan, malah kartu keluarga yang asli punya saya tak kembali lagi sampai sekarang,” kata Aep.
Sementara itu Ketua RW 12 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi Dicky Permana, berharap persoalan yang diderita warganya cepat ada solusi.
“Saya harap segera ada jalan keluar untuk warga saya ini,” ujar Dicky Permana
Menurutnya, nasib Aep Saepudin menjadi garapan utama yang harus segera ditangani.
“Kami akan segera melakukan upaya, agar nasib warga saya tertangani,” tandas Dicky Permana.
Reporter: Hendi || Redaktur: FK Robbi












