JURNALSUKABUMI.COM – Septian (37), seorang satpam yang menjadi korban pembunuhan di pos jaga tempatnya bekerja di Jl Lawang Gintung, Kota Bogor, meninggalkan istri dan empat anak, dua di antaranya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Pasca peristiwa mengenaskan tersebut, Dewi (47) istri korban, mendatangi kediaman Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk mengungkapkan kesedihannya sekaligus harapan untuk mendapatkan keadilan atas tragedi yang menimpa suaminya.
Dalam pertemuannya dengan Dewi, Kang Dedi berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, khususnya untuk pendidikan dan kehidupan dua anak korban yang masih sekolah.
“Jadi yang masih sekolah 2 orang, kelas 3 SD dan kelas 1 SD ibu itu, yang masih sekolah nanti tanggung jawab biaya pendidikan dan kehidupannya dari saya perbulannya,” ujar KDM, Minggu (19/1/2025).
Tak hanya itu, KDM juga membantu meringankan beban Dewi dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp20 juta untuk biaya pemakaman dan tahlilan.
“Ibu tidak usah mikirin biaya tahlilan dan pemakaman nanti saya siapin,” tambahnya.
Selain memberikan dukungan materi, KDM juga memastikan akan memantau proses hukum kasus ini. Ia meminta Dewi untuk tidak takut dan percaya bahwa pihak kepolisian akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus tersebut.
“Di era sekarang tidak ada istilah backing-backingan. Ibu tidak perlu takut. Saya yakin Pak Kapolda dan Kapolres akan bekerja dengan baik. Saya akan pantau seluruh proses penyelidikan dan penyidikannya,” tegas KDM
Dewi, yang kini harus menghidupi anak-anaknya seorang diri, mengungkapkan bahwa suaminya baru bekerja sebagai satpam di Bogor selama empat bulan terakhir.
Sebelumnya, Septian bekerja di sebuah perusahaan di Bogor. “Kami sudah menikah tujuh tahun. Anak kami yang paling besar 24 tahun, sedangkan yang paling kecil baru 6 tahun,” kata Dewi.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ahmad Fikri












