Konsep TWA Agroforestry Dinilai Jadi Magnet Wisata dan Pelestarian Budaya Sunda

Selasa, 17 Desember 2024 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

i

Oplus_0

  • JURNALSUKABUMI.COM – Pupuhu Paguyuban Padjadjaran Anyar, Abah Firman Nirwana Boestomi mendukung penuh pembangunan Taman Wisata Alam (TWA) berbasis agroforestry di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Abah Firman sekaligus tokoh budayawan menilai bahwa konsep TWA berbasis agroforestry akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, baik lokal maupun luar.

“Citepus bila dibuat TWA berbasis agroforestry akan terlihat indah, tertata rapi di sepanjang pantai Citepus. Ini pasti akan menjadi magnet baru yang memikat banyak wisatawan,” ujarnya, Senin (16/12/2024).

Agroforestry merupakan sistem pengelolaan lahan yang menggabungkan kegiatan kehutanan dan pertanian, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Rencana pembangunan TWA di Citepus tidak hanya akan memberikan keindahan alam yang tertata, tetapi juga melibatkan masyarakat setempat untuk mendukung keberlanjutannya. Menurut Abah Firman, pembangunan ini juga selaras dengan pelestarian budaya Sunda.

“Sebagai Pupuhu di Palabuhanratu, saya akan selalu mendukung, apalagi jika proyek ini menyangkut adat dan kebudayaan Sunda,” tambahnya.

Berdasarkan seat plan lokasi, nantinya TWA ini tidak hanya akan menawarkan taman-taman asri, tetapi juga ruang khusus untuk para penggiat seni.

Tempat ini dirancang untuk memfasilitasi seniman lokal dalam menampilkan karya mereka kepada wisatawan, sekaligus mempromosikan budaya Sunda kepada khalayak yang lebih luas.

“Jika ada ruang untuk seni dan budaya, maka TWA ini tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga pusat pelestarian budaya dan edukasi,” ungkap Abah Firman.

Pembangunan TWA berbasis agroforestry ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal.

“Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, proyek ini juga diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat dan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan pesisir Palabuhanratu,” tandasnya.

Informasi dihimpun, Proyek ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan dikerjasamakan dengan PT. Pasifik Budaya Pariwisata, dengan memanfaatkan lahan milik Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) seluas kurang lebih 8 hektare.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Perbaikan Jalan Dikebut, Akses Tanjungsari-Bojongtipar Jadi Penggerak Ekonomi Jampang Tengah
Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga
Wabup Andreas Sebut Pramuka Jadi Wadah Strategis Membangun Karakter Generasi ‎
Konflik Nelayan Ujunggenteng Mereda, DPRD Sukabumi Dorong 12 Aturan Dipatuhi
Dorong Pemilih Cerdas Pemilu 2029, Heri Gunawan dan KPU Kota Sukabumi Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik
Gelar Sosialisasi Pemilih Berkelanjutan di Nyalindung, Heri Gunawan Dorong Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas
Sampaikan Pesan Bung Karno, Ono Surono: Bangsa yang Kuat Terlahir dari Ibu Hebat

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:07 WIB

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Perbaikan Jalan Dikebut, Akses Tanjungsari-Bojongtipar Jadi Penggerak Ekonomi Jampang Tengah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Wabup Andreas Sebut Pramuka Jadi Wadah Strategis Membangun Karakter Generasi ‎

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Konflik Nelayan Ujunggenteng Mereda, DPRD Sukabumi Dorong 12 Aturan Dipatuhi

Berita Terbaru