JURNALSUKABUMI.COM – Situasi terkini usai penerapan peraturan penutupan secara total oleh Pemerintah Kota Sukabumi di Jalan Ahmad Yani. Saat ini terpantau masih dipadati ribuan masyarakat yang berbelanja bahan pangan maupun busana. Warga seakan lupa ancaman wabah Covid-19, yang telah membuat 51 orang masyarakat Kota Sukabumi terkomfirmasi positif corona.
Sesuai pantauan dilapangan hingga sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat masih memenuhi beberapa toko riteail maupun busana di sekitar jalan tersebut, yang lebih mengkhawatirkan tak sedikit pula masyarakat tak mengenakan masker, akhirnya petugas pun langsung menghimbau dan menegur masyarakat yang tetap ngeyel.
Sementara itu beberapa kantong parkir di Jalan Harun Kabir pun masih dipadati kendaraan, selain itu beberapa kendaraan roda dua tak sedikit lolos dari pantauan petugas yang berjaga di pos pembatasan jalan.
Padahal mulai perhari ini Pemerintah Kota Sukabumi mengeluarkan peraturan penutupan secara total Jalan Ahmad Yani, Jalan Jaenal Zakse, Simpang BRI hingga Jalan Pelabuhan II, yang artinya kendaraan tidak boleh masuk ke area itu. Selain itu kantong parkir juga telah dihilangkan di sekitar area penutupan.
Dengan kondisi tersebut, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, pun mengaku langkah itu belum maksimal. Pasalnya kata dia meskipun sudah dilakukan penutupan secara total saat ini masyarakat masih banyak beraktivitas di area tersebut.
“Setelah hasil evaluasi sejak tiga hari yang lalu, hasilnya kita sepakat tutup jalan ini secara total. Tapi ternyata, masih banyak juga warga masyarakat beraktivitas, kita evaluasi lagi dan kami menganggap langkah itu belum maksimal, dengan hanya menghilangkan kantung parkir jadi kita tutup dulu jalan nya sekarang, di Jalan Ahmad Yani karena pusat berkumpul nya masa di area ini,” ujarnya usai melakukan sidak di hari pertama penutupan jalan secara total di Jalan A Yani Kota Sukabumi, kepada Jurnalsukabumi.com, Sabtu (09/05/2020).
Lanjut dia, penyebab masih banyak nya masyarakat yang datang, lantaran mereka datang melalui jalan kecil yang tidak di jaga oleh petugas.
“Berbagai penyekatan sebetulnya sudah kami lakukan. Nampaknya, ada jalan-jalan kecil yang ditembus oleh warga masyarakat, mungkin dari situ nampaknya kita lihat warga masyarakat masih banyak” imbuhnya.
Sementara itu, tambah Fahmi, Terkait toko di sekitar Jalan itu, saat ini akan tetap masih dibiarkan buka, namun kata dia akan dilakukan tahapan-tahapan dengan melihat situasi yang terjadi.
“Pertokoan masih buka nanti ada tahapan – tahapan, sekarang jalan nya kita tutup ternyata masih tidak kondusif berarti bertahap ke selanjutnya,” pungkasnya.
Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: FK Robbi












