Krisis Air Bersih, Sumur Warga Gunungbatu Kebonpedes Dicek Kementerian PUPR

Kamis, 22 Agustus 2024 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Krisis air bersih yang dialami selama bertahun-tahun oleh warga Kampung Gunungbatu RT. 02/04 Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, akhirnya menemukan setitik harapan.

Setelah didatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Cipta Karya, dan Pemprov Jabar untuk melakukan agenda studi karakteristik lokasi kondisi fisik, air baku, sosial masyarakat, dan validasi algorithm pemilihan teknologi air minum.

Lokasi pemukiman penduduk yang tinggal di sekitar pinggiran lahan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) itu, terpaksa harus membeli air galon, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Akibat sumur yang mereka gunakan selain mengering, juga kualitas airnya menguning karena mengandung zat besi.

“Iya, tadi kita kedatangan tamu dari Kementerian PUPR dari tim Provinsi Jawa Barat, untuk menindaklanjuti setahun kebelakang ada krisis air bersih yang ada di Kampung Gunungbatu,” kata Kepada Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani pada Kamis (22/08/2024).

Dadan mengatakan, pihak Kementerian PUPR langsung meninjau ke lokasi sejumlah sumur milik warga, dan kolam yang sering dimanfaatkan untuk kebutuhan mencuci, dan mandi.

“Tadi langsung di cek HB, cek kadar besinya dan semuanya di cek. Ya pemeriksaan sementara mungkin, sumur-sumur diperiksa kadar airnya, terus kolam juga diperiksa dan mewawancarai masyarakat, apakah benar atau tidak,” jelasnya.

“Ternyata memang kita tidak mengada-ngada, saya sebagai Kepala Desa Kebonpedes, langsung ditanya bahwa hari ini memang kita warga Kampung Gunungbatu, RT 02/RW 04 ini, memang krisis air bersih,” sambung dia.

Dia menyebutkan, krisis air bersih di wilayah tersebut dialami oleh warga sebanyak 75 KK dengan jumlah jiwa sekitar 150 orang.

“Memang, semua warga di kampung ini, airnya sudah tidak layak dikonsumsi. Apalagi, sekarang musim kemarau kondisi airnya semakin menguning dan agak kehitam-hitaman, makanya warga tidak ada yang berani menggunakan airnya,” ungkapnya.

Kondisi darurat air bersih ini, mulai dirasa memprihatinkan saat memasuki musim kemarau. Karena, menurutnya semenjak kemarau seluruh warga di kampung itu terpaksa mengambil air dari kolam MCK mushola.

“Air kolam itu, bersumber dari saluran air Sungai Cimuncang. Jadi, kondisinya agak lumayan tidak terlalu kuning, jika dibandingkan air sumur. Tapi, yah begitu sebenarnya itu tidak layak. Karena, dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan warga,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia bersama warga lainnya berharap dengan kedatangan atau kunjungan dari PUPR ini, bisa mengatasi persoalan warga, terkait darurat air bersih serta mendapatkan bantuan sarana dan prasarana, untuk dibangunnya artesis.

“Kalau musim kemarau seperti saat ini, masyarakat kembali lagi mengambil air ke kolam dengan menggunakan ember atau jerigen. Tapi, kalau untuk kebutuhan minum dan memasak, warga biasanya membeli air galon,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS I Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru
Bukan dari APBDes! Kemegahan Kantor Desa Pawenang Ternyata Dibiayai dari Kantong Pribadi Kades”.
Kecelakaan di Leter S Cikidang, Pengendara yang Tak Kenal Medan Diminta Waspada
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Gempa, Tsunami hingga Longsor, BPBD Kenalkan Ancaman Bencana kepada Ratusan Siswa
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
Kasus Kades Positif Sabu, Bupati Sukabumi Serukan Perang Melawan Narkoba 
US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Bukan dari APBDes! Kemegahan Kantor Desa Pawenang Ternyata Dibiayai dari Kantong Pribadi Kades”.

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Kecelakaan di Leter S Cikidang, Pengendara yang Tak Kenal Medan Diminta Waspada

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Gempa, Tsunami hingga Longsor, BPBD Kenalkan Ancaman Bencana kepada Ratusan Siswa

Berita Terbaru