Diduga Belum Kantongi Izin, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Dikeluhkan Warga

Sabtu, 26 September 2026 - 15:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aktivitas pengerukan tanah merah yang diduga belum mengantongi izin di Jalan Kubang, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan warga. Lokasi pengerukan yang berdekatan dengan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) itu disebut telah berlangsung cukup lama.

Warga setempat meminta aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah melakukan pengawasan terhadap aktivitas tersebut, terutama terkait kelengkapan perizinan dan dokumen pendukungnya.

“APH dan pemerintah jangan sampai kecolongan, awasi izin dan dokumen lengkapnya!” tegas warga setempat, Deri Dika, kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Deri, aktivitas pengerukan tanah merah tersebut bukan sekadar persoalan keuntungan belaka. Namun, terkait perizinannya pun harus benar-benar ditempuh, karena berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar.

Ia menyebut kondisi lingkungan menjadi gersang, sementara lalu lalang kendaraan pengangkut tanah turut dikeluhkan warga.

“Lahan dikeruk, kami warga yang paling terdampak. Kami mohon aparat berwenang turun langsung,” ujarnya.

Perusahaan Belum Beri Tanggapan

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan terkait aktivitas pengerukan tanah merah tersebut telah dilakukan. Namun, belum ada keterangan resmi yang diberikan.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi berwenang dapat segera menindaklanjuti keluhan ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap legalitas kegiatan serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru