Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Ciemas, Ayah Meninggal Dunia

Jumat, 25 September 2026 - 15:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan provinsi Waluran-Tamanjaya-Palangpang, tepatnya kawasan Hutan Lindung Cipeucang, perbatasan Desa Tamanjaya dan Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Satu dari tiga korban kecelakaan tersebut meninggal dunia setelah sepeda motor Honda Beat yang mereka tumpangi terperosok ke jurang sedalam sekitar tujuh meter, Kamis (24/9/2026) sore.

Ketiga korban merupakan satu keluarga yang sedang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih biru bernomor polisi F 4786 FEI.

Mereka masing-masing berinisial An (45), Ris (30), dan Nur (14). Ketiganya terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

Kepala Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Ajat Sudrajat mengatakan, An merupakan warga Desa Mandrajaya. Korban meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Tamanjaya setelah berhasil dievakuasi dari dasar jurang.

“Bapaknya meninggal dunia dalam perjalanan saat dibawa dari lokasi kejadian menuju Puskesmas Tamanjaya,” ujar Ajat, Jumat (25/9/2026).

Sementara itu, Ris dan Nur yang merupakan istri dan anak korban masih menjalani perawatan di RSUD Jampangkulon. Keduanya disebut akan menjalani tindakan operasi akibat luka yang dialami dalam kecelakaan tersebut.

“Istri dan anaknya dalam perawatan di RSUD Jampangkulon,” kata Ajat.

Informasi sementara menyebutkan, kecelakaan diduga terjadi ketika sepeda motor melintas di ruas jalan yang tengah dalam proses perbaikan dan pengecoran. Kondisi tersebut merupakan bagian dari penanganan jalan yang sebelumnya terdampak longsor.

Sepeda motor yang membawa tiga orang itu diduga mengalami masalah pada sistem pengereman saat melintas di lokasi. Kendaraan kemudian tidak terkendali hingga akhirnya masuk ke jurang.

Sebelum kejadian, ketiga korban diketahui baru pulang setelah berkunjung ke rumah keluarga. Mereka juga membawa sejumlah barang, termasuk bantuan beras dari desa.

Ajat menjelaskan, Ris dan Nur tercatat sebagai warga Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran. Keduanya disebut belum mengurus administrasi pernikahan sehingga alamat administrasinya masih tercatat di desa tersebut.

Kepala Puskesmas Tamanjaya, Lilis Herlina membenarkan adanya korban meninggal dalam kecelakaan tersebut.

“Korban meninggal dunia atas nama An (45 tahun), warga Desa Mandrajaya. Dua korban lainnya masih dirawat di RSUD Jampangkulon,” kata Lilis.

Hingga kini, dua korban yang selamat masih mendapatkan penanganan medis di RSUD Jampangkulon, sementara korban meninggal dunia telah ditangani setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru