Buruh Ngarompes dan Pemetik Cengkeh di Cikakak Nikmati Berkah Musim Panen

Kamis, 27 Juni 2024 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Musim panen cengkeh di Wilayah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi memberikan berkah tersendiri bagi buruh petik dan ngarompes (memisahkan buah cengkeh dari tangkai).

Para buruh ngarompes, yang bertugas memisahkan buah cengkeh dari tangkainya, menerima upah mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilogram. Sedangkan, buruh pemetik yang bekerja di pohon mendapatkan upah sekitar Rp 5.000 per kilogram.

Desi Safari, seorang petani cengkeh di Cikakak, mengungkapkan bahwa musim panen cengkeh menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh buruh petik.

Menurutnya, musim panen ini tidak hanya membantu meningkatkan ekonomi para buruh, tetapi juga memastikan bahwa cengkeh yang dihasilkan adalah yang terbaik.

“Musim panen cengkeh adalah berkah bagi seluruh buruh petik dan ngarompes. Mereka dapat menghasilkan cengkeh berkualitas tinggi, yang sangat diandalkan dalam industri,” kata Desi Safari, Kamis (27/6/2024).

Selain itu, musim panen cengkeh juga menjadi momen yang dinantikan oleh para pelajar yang sedang menikmati liburan panjang sekolah. Banyak dari mereka yang memanfaatkan waktu luang untuk bekerja sebagai buruh petik atau ngarompes, sehingga dapat memperoleh uang saku tambahan.

“Penghasilan dari memetik dan ngarompes cengkeh sangat membantu, terutama untuk para pelajar yang ingin mengisi waktu libur dengan kegiatan produktif,” ujar Desi.

Dalam sehari kata Desi, buruh petik dan ngarompes dapat mengumpulkan upah antara Rp 50.000 hingga Rp 300.000, tergantung pada jumlah cengkeh yang berhasil mereka olah. Penghasilan ini menjadi berkah yang signifikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Musim panen cengkeh tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di antara masyarakat. Kegiatan ini melibatkan banyak orang dari berbagai latar belakang, yang bekerja bersama-sama dalam suasana gotong royong dan kebersamaan,” tuturnya.

Desi menjelaskan, untuk mendapat cengkeh terbaik memiliki proses melibatkan sejumlah tahapan, dimulai dari pemetikan cengkeh dari pohon hingga pengeringan untuk menghasilkan cengkeh pilihan.

“Petani itu kadang menjual cengkeh yang masih basah ataupun kering. Jadi untuk cengkeh basah yang sudah bersih berkisar Rp 28.000 hingga 30.000, sedangkan cengkeh kering berkisar Rp 105.000 hingga Rp 110.000,” tutup Desi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026
Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang
Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi
Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM
SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station
BPR Sukabumi Luncurkan SIMPEN, Permudah Pendaftaran Nasabah Secara Digital
Stok Beras Sukabumi Aman Jelang Idul Adha, Heri Gunawan Pastikan Ketersediaan Cukup
PLN UP3 Sukabumi Sediakan 23 SPKLU di Sukabumi, Pengguna EV Kini Lebih Nyaman

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:52 WIB

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 19:11 WIB

Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:08 WIB

Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:14 WIB

Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:28 WIB

SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB