JURNALSUKABUMI.COM – Musim panen cengkeh di Wilayah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi memberikan berkah tersendiri bagi buruh petik dan ngarompes (memisahkan buah cengkeh dari tangkai).
Para buruh ngarompes, yang bertugas memisahkan buah cengkeh dari tangkainya, menerima upah mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilogram. Sedangkan, buruh pemetik yang bekerja di pohon mendapatkan upah sekitar Rp 5.000 per kilogram.
Desi Safari, seorang petani cengkeh di Cikakak, mengungkapkan bahwa musim panen cengkeh menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh buruh petik.
Menurutnya, musim panen ini tidak hanya membantu meningkatkan ekonomi para buruh, tetapi juga memastikan bahwa cengkeh yang dihasilkan adalah yang terbaik.
“Musim panen cengkeh adalah berkah bagi seluruh buruh petik dan ngarompes. Mereka dapat menghasilkan cengkeh berkualitas tinggi, yang sangat diandalkan dalam industri,” kata Desi Safari, Kamis (27/6/2024).
Selain itu, musim panen cengkeh juga menjadi momen yang dinantikan oleh para pelajar yang sedang menikmati liburan panjang sekolah. Banyak dari mereka yang memanfaatkan waktu luang untuk bekerja sebagai buruh petik atau ngarompes, sehingga dapat memperoleh uang saku tambahan.
“Penghasilan dari memetik dan ngarompes cengkeh sangat membantu, terutama untuk para pelajar yang ingin mengisi waktu libur dengan kegiatan produktif,” ujar Desi.
Dalam sehari kata Desi, buruh petik dan ngarompes dapat mengumpulkan upah antara Rp 50.000 hingga Rp 300.000, tergantung pada jumlah cengkeh yang berhasil mereka olah. Penghasilan ini menjadi berkah yang signifikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Musim panen cengkeh tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di antara masyarakat. Kegiatan ini melibatkan banyak orang dari berbagai latar belakang, yang bekerja bersama-sama dalam suasana gotong royong dan kebersamaan,” tuturnya.
Desi menjelaskan, untuk mendapat cengkeh terbaik memiliki proses melibatkan sejumlah tahapan, dimulai dari pemetikan cengkeh dari pohon hingga pengeringan untuk menghasilkan cengkeh pilihan.
“Petani itu kadang menjual cengkeh yang masih basah ataupun kering. Jadi untuk cengkeh basah yang sudah bersih berkisar Rp 28.000 hingga 30.000, sedangkan cengkeh kering berkisar Rp 105.000 hingga Rp 110.000,” tutup Desi.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












