JURNALSUKABUMI.COM – Lahan pertanian di dua kecamatan di Sukabumi, yakni Kecamatan Simpenan dan Bantargadung, mengalami dampak akibat jebolnya irigasi Cipicung yang terletak di Kecamatan Warungkiara.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para petani setempat, mengingat irigasi tersebut baru dibangun satu tahun yang lalu pada awal 2023.
Camat Simpenan, R. Ade Akhsan Bratadiredja, mengungkapkan bahwa jebolnya irigasi tersebut menyebabkan aliran air meluap ke area persawahan, sehingga mengancam keberlangsungan pertanian di daerah tersebut.
“Posisi jebolnya irigasi ada di Warungkiara, dan berdampak pada aliran air ke Mekarasih serta sebelah kanan ke Bantargebang, Kecamatan Bantargadung,” kata R. Ade Akhsan, Minggu (16/06/2024).
Ade Akhsan menambahkan bahwa pihaknya masih dalam proses menginventarisasi dampak kerusakan yang terjadi dengan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian.
“Kita masih mengumpulkan data secara akurat. Saya sudah sampaikan kepada Dinas Pertanian untuk menginventarisir area yang terdampak. Sebelumnya, tanggul setinggi 2 meter kini sudah tertutup pasir, sehingga aliran air langsung ke area persawahan,” jelasnya.
Namun, kekhawatiran utama saat ini adalah potensi banjir jika curah hujan tinggi, yang dapat memperburuk kondisi pertanian di daerah tersebut.
“Jika aliran air deras dengan curah hujan tinggi, itu yang kita khawatirkan. Ini bisa berimbas pada dua desa yang berada di DAS (Daerah Aliran Sungai) tersebut,” ungkap Ade.
Selain itu, Ade juga menjelaskan mengenai kondisi ketinggian sawah di dua desa yang terdampak. Menurutnya, sawah di Bantargebang lebih tinggi dibandingkan dengan sawah di desa Mekarasih.
“Dilihat dari ketinggian, sawah di Bantargebang lebih tinggi dibanding desa Mekarasih. Saat kita ke sana, posisi air masih landai. Namun, kita belum tahu fluktuasi air secara pasti, apakah ada kenaikan dan seberapa tinggi hingga ke sawah di desa Mekarasih dan Bantargebang,” tuturnya.
Untuk mengatasi dampak lebih lanjut, upaya antisipasi telah dilakukan dengan memasang tanggul-tanggul sementara guna menahan aliran air.
“Alhamdulillah, tadi sudah dilaporkan dari teman-teman bahwa tanggul sementara sudah dipasang. Warga juga memasang spanduk untuk menghambat gerakan air dari aliran yang turun ke jalur Cimandiri,” tambah Ade.
Ade juga menyoroti bahwa irigasi yang jebol ini baru dibangun pada tahun 2023.
“Informasi kemarin itu sebenarnya masih awal-awal tahun 2023. Saya baru 3 bulan menjabat sebagai Camat Simpenan, jadi saya cek ke sana dan ternyata pembangunan irigasi ini dimulai sejak awal tahun 2023,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












