Tradisi Debus Menarik Perhatian Wisatawan di Hari Nelayan Palabuhanratu

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Paguyuban Lingkung Seni Padjajaran Anyar menampilkan berbagai pagelaran budaya Sunda yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan pada acara Hari Nelayan Palabuhanratu ke-64.

Paguyuban yang dipimpin oleh Firman Hidayat ini, bersama dengan sejumlah pegiat seni tradisi Sunda, memulai arak-arakan dari Pendopo Kabupaten Sukabumi hingga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu.

Di sepanjang perjalanan, mereka memperagakan atraksi debus dengan sebilah golok tajam, bambu, dan duri salak, yang membuat para penonton terkesima dan merinding.

Sesampainya di lokasi acara, para pejabat beserta peserta arak-arakan disambut dengan kesenian Laes, sebuah pertunjukan akrobatik khas Sunda yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Penampilan yang memukau ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, ditandai dengan sorak dan tepuk tangan meriah dari para penonton.

“Tradisi kesenian Sunda memang sepatutnya dilestarikan dan terus ditampilkan. Apalagi kini tradisi itu menjadi daya tarik bagi wisatawan,” kata Firman Hidayat, Ketua Paguyuban Lingkung Seni Padjajaran Anyar, Selasa (21/05/2024).

Firman menekankan pentingnya menjaga sektor pariwisata yang tidak lepas dari kesenian tradisional yang terus dijaga. Menurutnya, tradisi ini bukan hanya menarik wisatawan domestik tetapi juga mancanegara, terutama dengan adanya program Kharisma Event Nasional (KEN) yang mengedepankan budaya.

“Pariwisata dan budaya tidak bisa dipisahkan, di masing-masing wilayah memiliki budaya yang masih dilestarikan. Seperti halnya di wilayah Palabuhanratu,” tegas Firman.

Firman berharap sejarah dan kesenian Sunda yang kini semakin menggeliat terus ditingkatkan, dengan dukungan dari berbagai pihak agar para penggiat seni dapat terus berkembang hingga puluhan tahun ke depan.

“Berharap budaya baik dari kesenian hingga sejarah bisa ada hingga incu putu nanti. Sehingga hal ini tidak hilang dimakan zaman,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati turut mengapresiasi tradisi debus yang mewarnai Hari Nelayan tahun demi ke tahun.

“Ya, ini patut dipertahankan. Sebab, selain wisatawan kita yang dari lokal saja ikut terhipnotis. Apalagi ini tradisi yang harus dikenalkan ke generasi muda,” singkatnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Awasi Program MBG, SPPG Sukabumi Bantargadung Bojonggaling 2 Teken PKS
Ratusan Warga Sukabumi Ikuti Sosialisasi Perlindungan Pekerja dan Program JKN
Wabup Andreas Ajak Petani Gali Peluang Sesuai Kebutuhan Pasar
Niat Rekreasi Berakhir Duka, Bocah 6 Tahun di Palabuhanratu Tak Tertolong Usai Tenggelam
Kang Sule Tekankan Soliditas Panitia Jelang Pelantikan SMSI Sukabumi Raya
Pendopo Sukabumi Bakal Diselimuti Kain Kafan, BASB Nilai Pemerintah Daerah Kehilangan Arah
Hergun Soroti Realisasi PNBP ATR/BPN yang Baru 39,74 Persen, Pertanyakan Anomali Data Layanan
Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:23 WIB

Awasi Program MBG, SPPG Sukabumi Bantargadung Bojonggaling 2 Teken PKS

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:06 WIB

Ratusan Warga Sukabumi Ikuti Sosialisasi Perlindungan Pekerja dan Program JKN

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:29 WIB

Niat Rekreasi Berakhir Duka, Bocah 6 Tahun di Palabuhanratu Tak Tertolong Usai Tenggelam

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:55 WIB

Kang Sule Tekankan Soliditas Panitia Jelang Pelantikan SMSI Sukabumi Raya

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:53 WIB

Pendopo Sukabumi Bakal Diselimuti Kain Kafan, BASB Nilai Pemerintah Daerah Kehilangan Arah

Berita Terbaru