Realisasi OPOP di Ponpes Assalam, Bupati dan Diskan Luncurkan ‘Sibulat Merah’

Selasa, 16 Januari 2024 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami bersama Dinas Perikanan (Diskan) meluncurkan program Sistem Budidaya Sidat Tersegmentasi Dengan Biaya Murah (Sibulat Merah) di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Assalam Putri di Kecamatan Warungkiara, Selasa (16/01/2024).

Peluncuran tersebut ditandai dengan penyebaran ikan sidat ke kolam yang ada di Ponpes Assalam Putri. Program inovasi tersebut melibatkan Ponpes Assalam dalam proses pembudidayaan sidat. Bahkan, ponpes tersebut menyediakan lahan sekitar 2000 meter persegi untuk pembudidayaan sidat.

H. Marwan Hamami mengatakan, Ponpes Assalam ini dijadikan role model dalam pembudidayaan sidat. Sehingga ke depannya, akan menjadi percontohan dan tempat pembelajaran bagi masyarakat di Sukabumi maupun Jawa Barat.

“Ketika di sini berhasil, masyarakat bisa belajar dengan mudah ke sini,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, pemilihan pesantren pun untuk merealisasikan program santripreneur dan one pesantren one product (OPOP). Ditambah, sidat ini berprotein tinggi.

“Kalau di pesantren, proses pembudidayaannya bisa termonitor dengan baik,” ucapnya.

Dari sisi pemasaran pun, H. Marwan telah menyiapkan lewat Perumda. Selain itu,melibatkan industri lain yang bisa menampung sidat.

“Kalau pasar sudah jelas. Diantaranya ke Jepang atau Korea yang relatif masih tinggi permintaanya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati menambahkan, inovasi ini sebagai upaya peningkatan produksi perikanan, salah satunya sidat. Mengingat, sidat selama ini pembidudayaannya didominasi oleh perusahaan besar.

“Kami berusaha agar masyarakat bisa terlibat membudidayakan sidat dengan sistem yang murah. Inovasi yang kita lakukan pembudidayaan melalui beberapa tahapan. Di pesantren ini kita baru melakukan tahapan kedua,” bebernya.

Meskipun baru tahapan kedua, namun sidat di pesantren ini sudah bisa dikonsumsi atau diperjualbelikan. Mengingat, ukurannya sudah memenuhi standar untuk diolah.

“Dari sini, ke depannya kami berharap pembudidayaan sidat bisa memasyarakat. Di mana tahapan nantinya melalui pelatihan hingga membantu pemasaran,” terangnya.

Pimpinan Ponpes Assalam KH. Encep Hadiana dalam kesempatan tersebut berterima kasih kepada Pemkab Sukabumi. Terutama atas kepercayaan pemerintah lewat bantuan sidat untuk pembudidayaan.

“Amanah yang luar biasa ini akan kita maksimal. Saya optimis sidat ini akan berkembang,” tegasnya.

Bahkan, dirinya telah mengolah sidat menjadi sejumlah produk makanan. Salah satunya ialah brownies berbahan baku sidat.

“Saat ini kita punya produk brownies berbahan dasar sidat. Semoga saja ke depan bisa semakin maksimal. Kami mohon arahan agar mendapatkan hasil maksimal dan memberikan manfaat yang baik,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat
Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar
Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 
DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali
DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu
Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional
Jelang Musda MUI 2026, Diaga Muda Indonesia Sukabumi Raya Serukan Ukhuwah Islamiyah
BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:11 WIB

DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:22 WIB

Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional

Berita Terbaru