Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Capai Sukabumi, Bupati Kaji Jadwal Sekolah

Senin, 7 September 2026 - 17:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi bersiap mengantisipasi dampaknya terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, abu vulkanik telah menerjang sejumlah kecamatan, terutama wilayah yang berada di sekitar perbatasan Kabupaten Sukabumi dengan Bogor. Sejumlah warga bahkan melaporkan halaman rumah mereka mulai dipenuhi abu.

Meski demikian, hingga saat ini aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berlangsung seperti biasa.

Bupati Sukabumi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar rumah.

“Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker, sementara pengendara sepeda motor juga disarankan memakai kacamata untuk menghindari paparan abu vulkanik,” jelas Asep Japar, Senin (7/9/2026).

Pemkab Sukabumi juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menentukan langkah selanjutnya terkait kegiatan belajar mengajar.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengkaji apakah kegiatan belajar mengajar perlu dihentikan sementara atau tetap dilaksanakan seperti biasa.

Keputusan akan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik, kondisi di lapangan, serta potensi dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Pemkab Sukabumi mengingatkan warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:00 WIB

DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan

Berita Terbaru