JURNALSUKABUMI.COM – Program Sekolah Adiwiyata jangan berhenti pada urusan penilaian, penghijauan atau sekadar mengejar predikat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi ingin kepedulian terhadap lingkungan benar-benar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan siswa.
Pesan itu disampaikan Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Pengawasan Penataan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Arli Harliana, saat verifikasi lapangan dan penilaian calon Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Sukabumi di SMP Al-Zayyiniyah beberapa waktu lalu.
Menurut Arli, inti dari program Adiwiyata bukan sekadar memastikan sekolah memenuhi berbagai indikator penilaian. Lebih jauh, program tersebut harus mampu membentuk cara pandang dan perilaku warga sekolah dalam memperlakukan lingkungan.
“Jadi, saya inginnya Adiwiyata ini bukan sekadar program yang kita ikuti, tetapi menjadi akhlak kita memuliakan alam, menghormati, menghargai makhluk Allah yang namanya planet bumi,” kata Arli, Senin (7/9/2026).
Ia menilai perubahan perilaku terhadap lingkungan tidak dapat dibangun secara instan. Kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah hingga memperlakukan lingkungan dengan baik membutuhkan proses panjang dan harus dilakukan secara konsisten.
“Itu tidak bisa hilang dalam semalam. Dan inilah kebiasaan yang harus terus-menerus dijaga dan diselesaikan dari masa ke masa,” ujarnya.
Arli berharap kebiasaan yang ditanamkan melalui program Adiwiyata tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi turut dibawa siswa ke rumah dan lingkungan masyarakat.
“Mudah-mudahan kebiasaan yang diajarkan di sekolah, mudah-mudahan terbawa nanti ke lingkungan kita pulang ke rumah, baik itu ke masyarakat,” tutupnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











