JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak 5.400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Lapang Selabintana. Bagi DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, pertemuan besar itu bukan sekadar agenda kemah, tetapi ruang bertemunya gagasan, karakter dan energi anak muda.
Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 yang berlangsung selama tiga hari menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana pemuda bisa mengambil peran lebih besar dalam kehidupan sosial dan pembangunan.
Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Hadi Azka Nugraha, mengatakan anak muda hari ini memiliki modal yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Akses informasi terbuka, teknologi berkembang cepat, dan jejaring antardaerah semakin mudah dibangun.
Namun, menurutnya, semua itu tidak akan berarti jika energi pemuda hanya berhenti pada kegiatan berkumpul.
“Kemah Nasional PUI 2026 ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa, melainkan kawah candradimuka yang sangat strategis dalam membina mental kepemimpinan, karakter tangguh, serta akhlak mulia kepemudaan,” ujar Hadi, Kamis (3/9/2026).
Hadi menilai Kabupaten Sukabumi mendapatkan keuntungan tersendiri karena menjadi tempat berkumpulnya ribuan pemuda dari berbagai wilayah. Ada peluang membangun jaringan, bertukar pengalaman hingga membuka kolaborasi baru yang bisa dibawa pulang ke daerah masing-masing.
“DPD KNPI Kabupaten Sukabumi merasa sangat bangga daerah kita ditunjuk menjadi tuan rumah gelaran akbar yang sukses menghimpun energi positif ribuan pemuda dari seluruh pelosok negeri,” katanya.
Bagi KNPI, persoalan pemuda tidak bisa diselesaikan hanya dengan membuat banyak kegiatan. Yang lebih penting adalah menciptakan ekosistem yang membuat anak muda punya ruang untuk berkreasi, menyampaikan gagasan dan terlibat langsung dalam persoalan masyarakat.
Mulai dari isu pendidikan, ekonomi kreatif, lingkungan, sosial hingga perkembangan teknologi digital.
Hadi mengatakan pemuda harus keluar dari pola pikir bahwa organisasi hanya tempat berkumpul dan membuat kegiatan. Organisasi kepemudaan harus menjadi tempat belajar sekaligus ruang untuk menghasilkan solusi.
“Pemuda harus hadir sebagai solusi. Jangan sampai energi dan potensi besar yang dimiliki justru habis untuk perpecahan. Kita harus mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa,” tegasnya.
Menurut Hadi, perbedaan latar belakang organisasi, komunitas maupun cara berpikir merupakan hal yang wajar. Justru dari perbedaan tersebut bisa lahir gagasan yang lebih beragam.
Karena itu, DPD KNPI Kabupaten Sukabumi mendorong seluruh organisasi kemasyarakatan pemuda untuk memperkuat komunikasi dan mengurangi sekat-sekat yang selama ini membuat gerakan pemuda berjalan sendiri-sendiri.
“Kalau semua bergerak sendiri, energi kita akan terpecah. Tetapi kalau jejaring ini disatukan, banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama untuk masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo dalam Kemah Nasional PUI juga dinilai Hadi sebagai sinyal bahwa pemuda memiliki posisi penting dalam kehidupan kebangsaan.
“Kehadiran Bapak Kapolri membawa suntikan motivasi dan semangat luar biasa bagi kita semua. Ini menjadi bukti nyata bahwa jajaran pemerintah dan Polri memandang pemuda, Gerakan Pramuka, serta Ormas Islam sebagai mitra strategis dalam menjaga pilar kebangsaan, merawat Kamtibmas, dan mengakselerasi pembangunan nasional,” tambah Hadi.
Di tengah derasnya informasi media sosial, Hadi juga mengingatkan pemuda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi orang yang kritis terhadap informasi.
Menurutnya, generasi muda harus bisa membedakan mana informasi yang membangun dan mana yang justru berpotensi memecah masyarakat.
Karena itu, kemampuan berpikir kritis, karakter dan etika menjadi bekal penting. Pemuda harus mampu menggunakan media sosial sebagai ruang produktif untuk berbagi pengetahuan, membangun jejaring dan menyebarkan gagasan positif.
Pada akhirnya, Hadi ingin momentum Kemah Nasional PUI tidak berhenti ketika para peserta meninggalkan Selabintana. Justru setelah kegiatan selesai, jejaring dan semangat yang terbentuk harus diterjemahkan menjadi aksi.
“Melalui momentum ini, kita ingin seluruh pemuda semakin mempererat barisan, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta bersama-sama mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara kapasitas, tetapi juga berkontribusi aktif mewujudkan Sukabumi yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar