Rumah Panggung Jadi PR Lurah Baru Palabuhanratu, Yadi Titip Program dan Warga yang Belum Terlayani

Kamis, 3 September 2026 - 18:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pergantian kepemimpinan di Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, membawa pekerjaan rumah yang harus segera dilanjutkan Lurah baru Odang Sasmita atau Osas.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah program pembangunan rumah panggung bagi masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu agenda yang dititipkan Yadi Supriyadi setelah dirinya meninggalkan jabatan Lurah Palabuhanratu untuk menjalankan tugas baru sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cikidang.

Selama sekitar satu tahun delapan bulan memimpin Kelurahan Palabuhanratu, Yadi menyebut sebanyak 40 unit rumah panggung telah direalisasikan. Program tersebut mendapat dukungan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat.

Tak berhenti di sana, program rumah panggung juga masih memiliki kelanjutan. Untuk 2026, Kelurahan Palabuhanratu sebelumnya mengajukan pembangunan 25 unit dan diharapkan sekitar 20 unit dapat direalisasikan. Jumlah serupa juga diharapkan kembali diperoleh pada 2027.

Yadi menilai keberlanjutan program tersebut penting karena masih ada masyarakat yang membutuhkan hunian layak dan belum seluruhnya terlayani.

“Ini program yang berkelanjutan. Alhamdulillah, kita dipercaya lagi untuk program 2027. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus ditindaklanjuti oleh lurah yang baru,” ujar Yadi, Kamis (3/9/2026).

Bagi Yadi, persoalan pembangunan di Palabuhanratu tidak cukup hanya dilihat dari capaian fisik. Keterbatasan anggaran kelurahan membuat tidak semua kebutuhan masyarakat, termasuk usulan pembangunan dari seluruh RW, dapat terakomodasi.

Karena itu, ia menitipkan kepada Osas agar program yang sudah berjalan tetap dikawal, sekaligus mencari solusi terhadap kebutuhan warga yang belum tersentuh pembangunan.

“In Syaa Allah kita mendapatkan 20 lagi rumah panggung. Mudah-mudahan kebijakan ini bisa direalisasikan lebih lanjut,” katanya.

Selain rumah panggung, selama kepemimpinannya Yadi mencatat sekitar 16 kegiatan pembangunan fisik di tingkat RW. Program rumah tidak layak huni (rutilahu) juga mendapat dukungan, masing-masing 20 unit dari pemerintah provinsi dan 10 unit dari pemerintah kabupaten.

Pesan tersebut kemudian mendapat respons dari Osas. Setelah resmi menerima estafet kepemimpinan, ia memastikan pekerjaan rumah yang belum selesai tidak akan ditinggalkan.

Osas mengatakan langkah awalnya adalah menyinkronkan kembali program yang sudah dilaksanakan sekaligus menelusuri pembangunan yang masih tertunda.

“Acara serah terima jabatan ini kita sebut saja silaturahmi. Karena kami hanya pertama memang meneruskan PR-PR yang Pak Lurah lama kerjakan. Yang keduanya mensinkronkan kembali pembangunan-pembangunan yang telah dilaksanakan dan mungkin untuk 2027 akan kami laksanakan kembali, akan telusuri kembali hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat,” ucap Osas.

Untuk program rumah panggung, Osas secara khusus memastikan akan melanjutkannya. Ia mengakui masih terdapat pekerjaan yang belum terealisasi dan berencana kembali berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

“Untuk rumah panggung insya Allah nanti tetap terealisasi karena memang ada PR yang belum dilaksanakan dan memang ada yang tersisa yang belum di ada pembangunan, akan kami telusuri kembali dan akan kami mungkin ke provinsi akan dipertanyakan kembali untuk segera dilaksanakan kembali pembangunan tersebut,” tuturnya.

Di sisi lain, persoalan banjir juga masuk dalam daftar pekerjaan yang harus diperhatikan lurah baru. Palabuhanratu memiliki sejumlah kawasan yang rawan terdampak banjir, terutama ketika memasuki musim hujan.

Osas menyebut pihaknya telah mengajukan permohonan percepatan pembangunan untuk mengantisipasi persoalan tersebut.

“Untuk langkah-langkah mungkin memang dari kemarin sudah ada permohonan percepatan pembangunan. Nah yang pertama, harapan kami tidak dibronjong tetapi memakai hong seperti di pantai-pantai, jadi tidak terlalu lama dalam pembangunan, jadi siapapun bisa melaksanakan kegiatan tersebut,” terangnya.

Keterbatasan anggaran juga menjadi tantangan yang harus dihadapi. Osas mengakui efisiensi anggaran turut memberikan pengaruh terhadap pengelolaan program di tingkat kelurahan, meski menurutnya dampaknya tidak terlalu signifikan.

“Kalau efisiensi tetap berpengaruh, ada pengaruhnya walaupun tidak signifikan sebetulnya, tapi gimana nanti kita tata cara pengelolaannya saja mungkin begitu,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Empat Tahun Longsor, Jalan Bojongkopi Mulai Dibangun Berkat Dorongan Dewan Teddy
TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Ciemas, Jalan 2 Kilometer Jadi Sasaran Utama
Lapang Sekarwangi Cibadak Ditata Rp4,7 Miliar, Ornamen Nayor Jadi Ikon
Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
RSUD Sekarwangi Jadi Lokasi Layanan KB Mantap, Bupati Sukabumi Lakukan Monitoring
Becak Listrik Bantuan Presiden Siap Diserahkan kepada Warga Sukabumi
BPJS PBI Nonaktif, KNPI Palabuhanratu Desak Selaraskan Pelayanan dengan Jaminan KDM
Senyum 26 Anak Warnai Khitanan Massal Gratis di Hari Santri Sukabumi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Empat Tahun Longsor, Jalan Bojongkopi Mulai Dibangun Berkat Dorongan Dewan Teddy

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Ciemas, Jalan 2 Kilometer Jadi Sasaran Utama

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Lapang Sekarwangi Cibadak Ditata Rp4,7 Miliar, Ornamen Nayor Jadi Ikon

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:01 WIB

RSUD Sekarwangi Jadi Lokasi Layanan KB Mantap, Bupati Sukabumi Lakukan Monitoring

Berita Terbaru

HEADLINE

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:37 WIB

HEADLINE

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:00 WIB