Konstalasi Politik di Sukabumi Adem Ayem, Tuah Nur: Jangan Beli Kucing dalam Karung

Kamis, 21 Desember 2023 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Konstalasi politik di Sukabumi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 saat ini dinilai adem ayem alias masih stagnan atau belum menunjukkan tanda-tanda signifikan perubahan sejak Pemilu 2019.

Pengamat politik, Tuah Nur, menilai antusiasme atau tingkat partisipasi masyarakat yang masih tampak stagnan, bahkan cenderung biasa-biasa saja. Padahal, Pemilu sejatinya menjadi momentum penting dalam siklus politik.

“Satu di antaranya hal ini didorong oleh kurangnya pemahaman mendalam masyarakat terhadap calon-calon legislatif. Ini menjadi tantangan sekaligus PR bagi masing-masing caleg sekaligus penyelenggara Pemilu,” tegas Tuah Nur saat ditemui jurnalsukabumi.com di ruang kerjanya, Kamis (21/12/2023).

Oleh karenanya, Tuah Nur mengingatkan, mulai penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, kontestan, hingga tim sukses agar masif melakukan sosialisasi. Diperlukan edukasi yang masif, termasuk memaparkan visi-misinya kepada masyarakat langsung. Sehingga kesadaran pemahaman masyarakat terhadap politik, khususnya Pemilu akan meningkat.

“Sosialisasi yang masif sangat diperlukan. Masyarakat harus benar-benar mengenal calonnya, jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung,” tegas Tuah Nur.

Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Administrasi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (Prodi MIA-UMMI) ini menyoroti bahwa, terutama dalam Pileg, masyarakat masih belum sepenuhnya mengenal calon-calon legislatif. Sosialisasi yang belum optimal menciptakan kesenjangan informasi, memungkinkan terjadinya pemilihan berdasarkan persepsi dangkal ketimbang pemahaman mendalam akan visi dan misi calon.

Dalam pandangannya terhadap skenario politik lokal, Tuah Nur menyuguhkan analisis terhadap Capres, Prabowo Subianto. Menurutnya, ada potensi penurunan dukungan terhadap Prabowo di Sukabumi. Sebagian kalangan merasa kecewa dengan keterlibatannya dengan masuk atau berkoalisi dengan pemerintahan, yang berpotensi mempengaruhi keputusan pemilih di tingkat lokal.

Meskipun partai politik seperti Gerindra, Golkar, dan PKS, dinilai Tuah Nur masih memegang peran dominan di wilayah Sukabumi. Kendati demikian, Tuah Nur mengidentifikasi dua faktor utama yang dapat menjadi kendala: kurangnya sosialisasi dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap platform dan visi partai-partai tersebut.

Dalam konteks Pilkada, Tuah Nur meramalkan potensi perubahan yang signifikan. Pilkada dianggapnya memiliki kekuatan untuk membawa perubahan nyata, karena menentukan nasib langsung bagi daerah setempat.

“Dengan demikian, dinamika politik Sukabumi masih memiliki potensi untuk berubah seiring berjalannya waktu, terutama ketika berhadapan dengan pesta demokrasi lokal berikutnya,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang
Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran
Heri Gunawan dan Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:07 WIB

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Heri Gunawan dan Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Berita Terbaru

Pendidikan

UMMI Edukasi Warga Hegarmulya Cegah Stunting dan Kembangkan UMKM

Senin, 10 Agu 2026 - 14:58 WIB